EKOBIS

Wanginya Bisnis Vapor, Omzet Sebulan Rp 70 Juta

TREN VAPOR: Een (kiri) seorang pengelola OHM Vapor tengah melayani pelanggan di kios kecilnya, Jumat (13/1) lalu. diakui Een, peluang usaha terbuka lebar dari tren vapor di Kota Pontianak. FOTO: MIFTAH/PONTIANAK POST/JPNN

KOLAKAPOS, Jakarta–Demam vapor sedang melanda Pontianak dalam beberapa bulan terakhir. Anak muda hingga orang tua menjadi penikmat vapor sebagai pengganti rokok. Peluang itu mampu ditangkap dengan baik oleh para pengusaha muda. Een, pemilik OHM Vapor, mengatakan bahwa omzet bisnisnya sangat menggiurkan. Hanya dalam waktu sebentar, pihaknya sudah meraup omzet hingga Rp 70 juta sebulan. “Kami mulai dari dari beberapa diskusi dengan teman-teman karena sulitnya mencari liquid saat tengah malam. Kami pun akhirnya membuka kios ini yang dapat melayani pelanggan hingga jam 12 malam,” kata Een kepada Pontianak Post. Menurutnya, vapor bukan bisnis yang bersifat musiman. Saat ini, sambung Een, vapor sudah menjadi gaya hidup yang tak bisa dilepaskan dari warga Pontianak.  Een menambahkan, persaingan bisnis vapor di Pontianak masih kecil. Pihaknya bahkan tak sanggup memenuhi semua keinginan pencinta vapor. “Kami pun diharuskan memasok stok hampir setiap hari untuk memenuhi permintaan pelanggan,” katanya. Namun, tantangan menjalankan bisnis itu juga masih besar. Sebab, tak sedikit warga yang masih belum familier dengan vapor. Karena itu, pihaknya terus menggenjot strategi pemasaran. Untuk pemasaran, Een mengaku lebih mengandalkan internet. “Utamanya lewat media sosial toko dan pribadi,” tuturnya. By the way, berapa modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis itu? Een mengak merogoh kocek Rp 50 juta untuk membeli peralatan dan menyewa kios. Dalam satu hari, pihaknya bisa melayani 10-20 pelanggan. “Satu hari bisa sampai Rp 2 juta atau Rp 3 juta,” katanya. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top