EKOBIS

Mandiri Sekuritas Siap Bawa 4 Anak Usaha BUMN Go Public

Ilustrasi. Foto: Mandiri Capital

KOLAKAPOS, Jakarta–Mandiri Sekuritas (Mansek) bertekad mengantarkan lebih banyak perusahaan go public sepanjang 2017. Sebab, kian banyak calon emiten mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) menjadi petunjuk ekonomi positif. Tanda-tanda itu semakin jelas setelah manajemen menerima lima calon emiten untuk go public. Direktur Utama Mansek Silvano Rumantir menyebut, lima calon emiten swasta itu tengah melakukan pendekatan. Pihak Mansek percaya, angka itu akan bertambah dua kali lipat dari proses IPO tahun lalu. Mansek juga masih melakukan pendekatan untuk proses IPO anak usaha perusahaan milik negara (BUMN). ”Bu Rini Soemarno bilang ada empat. Mudah-mudahan kami diinfoin empat-empatnya,” tutur Silvano. Silvano optimistis, kondisi ekonomi domestik akan berjalan sesuai ekspektasi banyak pihak. Kondusifitas ekonomi merupakan salah satu pertimbangan perusahaan menawarkan saham kepada publik. Meski begitu, Silvano belum bisa memastikan jumlah emiten akan dibawa ke lantai bursa. ”Kami optimistis terhadap kondisi ekonomi Indonesia,” tegasnya. Tahun ini, bilang Silvano, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam posisi terbaik di kisaran 5.800. Selain faktor ekonomi, kondisi suku bunga bisa mempengaruhi emiten untuk memutuskan akan IPO atau tidak. Saat ini, ada dua opsi untuk mendapatkan pendanaan yakni dari pasar obligasi/utang dan pasar modal. Kalau suku bunga masih bersaing, perusahaan akan lebih memilih pasar obligasi. Namun, keputusan untuk menerbitkan saham atau obligasi tergantung kepada pilihan dan faktor fundamental masing-masing perusahaan. Mansek memperkirakan penerbitan obligasi bisa menyamai capaian tahun lalu sebanyak 35 penerbitan. Alasannya, obligasi (bond) jatuh tempo tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. ”Jadi, targetnya itu sama dengan tahun lalu, minimal sama dengan tahun lalu,” katanya. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top