SULSELBAR

Hasil UN SMA/SMK di Sulsel Merosot

UN. Ilustrasi/net

KOLAKA POS, Makassar — Tahun ini, rata-rata hasil Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sulsel merosot di bawah rata-rata nasional.
Bahkan capaian nilai UN tahun ini terjadi penurunan beberapa persen dibanding tahun 2016 lalu.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, rata-rata nilai UN Sulsel sekitar 49,38 persen. Sementara untuk rata-rata nasional sekitar 50,32 persen.
Kepala Bidang Pendidikan dan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Basri membenarkan nilai UN SMA/SMK di bawah rata-rata. Bahkan tahun lalu, rata-rata nilai UN SMA/SMK di Sulsel berada pada angka di atas 50 persen.
Penyebab turunnya nilai UN di Sulsel disebabkan beberapa faktor. Diantaranya karena semakin tinggi standar tingkat kesulitan soal. Selain itu, peralihan sistem ujian dari tertulis menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) juga ditengarai salah satu pemicunya.
Seperti yang diketahui, tahun ini, jumlah sekolah yang menyelenggarakan UNBK semakin banyak. Untuk tingkat SMK, 100 persen sudah menggelar UNBK. Sementara untuk SMA, sebanyak 50 persen sekolah.
Namun Basri menekankan, penurunan nilai rata-rata UN tidak hanya dialami Sulsel. Secara nasional, persentasenya juga menurun.
Dalam beberapa kali kesempatan, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo menekankan jika Disdik sudah tidak lagi berorientasi pada tingginya nilai UN siswa. Melainkan lebih fokus pada peningkatan integritas kejujuran siswa saat pelaksana UN.
“Kami tidak terlalu permasalahkan soal kuantitas nilai. Yang ditekankan adalah kualitas atau integritas pelaksanaan UN. Tingkat kejujuran pelaksanaan ujian tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu, ” ungkap lelaki yang akrab disapa None ini.
Jika dilakukan penilaian per kabupaten, Bone yang paling berhasil. Rata-ratanya 70,66. Disusul Enrekang 62,6, dan Sinjai 56,11.
“Yang hebat Bone. Padahal, di sana kebanyakan sekolah kampung. Makassar yang turun drastis. Dari peringkat tiga ke peringkat sebelas. Hanya 47,5,” ungkap dia.
Untuk tahun ini, Disdik mencatat sebanyak 1.512 siswa SMA tak mengikuti ujian nasional (UN). Mereka pun sudah dinyatakan tidak lulus. Beberapa alasan yang mengakibatkan siswa tidak ikut UN. Mulai dari sakit, meninggal dunia, bahkan sudah menikah dan ada juga yang berkasus dengan hukum.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku hingga saat ini belum menerima laporan jika hasil UN Sulsel mengalami penurunan dibanding tahun lalu.
“Hasil UN SMA/SMK merosot? Saya coba cek. Saya belum dapat infonya,” kata Syahrul di Kantor Gubernur, Senin (15/5).
Namun, orang nomor satu di Sulsel itu merasa tidak berkecil hati terhadap hal itu. Alasannya, Pemprov Sulsel melalui Disdik lebih fokus membenahi kualitas alias cara-cara pelaksanaan ujian. Salah satunya dengan penerapan komputerisasi sehingga tingkat kecurangan dalam ujian lebih kecil.
“Tidak masalah menurun yang penting integritas UN lebih baik, ” pungkasnya. (fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top