BERITA UTAMA

Ricuh, Musdalub Golkar Konawe

KOLAKAPOS, Unaaha–Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golongan Karya (Golkar) Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpaksa batal dilaksanakan akibat adanya sejumlah kader yang menolak dilaksanakannya musyawarah karena dianggap tidak sesuai AD/ART partai.

Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Golkar Unaaha, Amin Meronda mengaku kaget lantaran dirinya tiba-tiba saja diganti oleh pelaksana Ketua DPD II Basrim tanpa alasan jelas. Bahkan proses pergantian dirinya bukan dalam musyawarah kecamatan seperti dalam aturan partai, tetapi langsung menunjuk orang lain.

“Seharusnya kalau memang saya akan diganti, maka harus ada alasan, dan kalaupun kesalahan saya di partai dianggap fatal, maka harusnya dilakukan musyawarah luar biasa tingkat kecamatan. Bukan asal main tunjuk saja,” kata Amin sembari menunjukkan SK kepengurusan yang sah, Jumat (19/5/2017)

Ia bersama 18 Ketua DPK yang diberhentikan secara sepihak oleh pelaksana Ketua, sangat tidak sesuai dengan mekanisme partai. Bahkan ia menduga jika pemberhentian tersebut merupakan akal-akalan Basrim agar niatannya untuk menduduki kursi pimpinan di Golkar Konawe dengan cara aklamasi bisa terwujud.

Ironisnya lagi, beberapa pengurus Golkar tingkat kecamatan yang telah mengantongi SK yang masa berlakunya hingga tahun 2020 mendatang tidak mengetahui adanya Musdalub yang akan dilaksanakan. Setelah ditelusuri, posisi mereka ternyata sudah digantikan dengan orang lain.

“Yang lebih parahnya lagi, beberapa orang yang ditunjuk mengantikan posisi Ketua DPK itu berasal dari partai lain, dan bukan orang yang selama ini bersusah payah membesarkan partai Golkar,” ujarnya.

Lelaki yang mengaku sudah puluhan tahun menjadi kader Golkar itu mengaku akan menempuh jalur hukum atas tindakan pemberhentian sepihak yang dilakulan Basrim.

Musdalub Golkar kali ini juga terbilang aneh. Selain tidak dihadiri oleh kader-kader Golkar yang saat ini duduk di kursi DPRD Konawe, atribut partai berlambang pohon beringin itu juga tak terlihat di jalan-jalan. Pemandangan ini sangat berbeda dengan Musda yang dilakukan partai lain, dimana bendera partai menghiasi jalan-jalan di Kota Unaaha. (p2/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top