BERITA UTAMA

Puluhan Guru di Konut Terancam Batal Terima Tunjangan

KOLAKAPOS, Wanggudu–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe Utara (Konut), menggelar rapat pembahasan kinerja para guru, Senin (29/5).
Kegiatan ini di pimpin oleh Amir, Kabid Guru Tenaga dan Kependidikan (GTK) Dikbud Konut, hadir pula, Sardin Ketua Koordinator Pengawas (Korwas), Ahmad Syukur Dewan Pendidik, H.Arsyad Ketua Tim Pengawas dan Armin Tim Pengawas.
Dalam kegiatan ini pihak dikbud Konut menghadirikan sejumlah guru dan kepala sekolah utamanya Sekolah dasar yang memiliki laporan dan temuan dari Supervisi yang turun di sekolahnya.
Kegiatan supervisi yang di mulai sejak Januari 2017 berhasil menjaring sejumlah pelanggaran di sekolah, baik guru yang tidak isi absensi, guru yang tidak hadir tanpa keterangan maupun guru yang malas berkantor.
Menurut keterangan dari Sardin selaku Ketua Korwas Dikbud Konut mengatakan,”Kami s elalu menekankan kepada para guru dan kepala sekolah agar bekerja profesional, jangan meninggalkan tugas pokoknya selaku guru, apalagi saat ini sudah berlaku UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, serta aturan tentang layak dan tifaknya mendapatkan Sertifikasi Guru,”kata Sardin.
Ia menjelaskan, guru di Konawe Utara ini masih perlu dilakukan pembinaan dan peningkatan SDM agar kedepan pelanggaran-pelanggaran semacam ini, tidak masuk kerja dengan berbagai alasan, namun setelah di lakukan pengecekan oleh Tim Pengawas, Dewan Guru, dan Dewan Pendidik ternyata di temukan keganjalan absensi yang di duga perlu di lakukan penelusuran, sehingga pada hari ini kami minta mereka hadir, baik kepala sekolah maupun para guru yang bermasalah itu, jelasnya. Hasil rapat tadi, kata Sardin, kami meminta para kepala sekolah untuk menielaskan kepada kami, begitu pula para guru yang di maksud untuk memberikan pula penjelasannya kenapa tidak hadir dan naik mengajar serta mengisi absen di sekolahnya, jelasnya.
Sekitar 15 orang guru yang bermasalah dalam hal ini, mereka semuanya di minta untuk memberikan penjelasan kepada Tim Pengawas, Dewan Guru dan Dewan Pendidikan. Ada yang beralasan sakit, menjaga saudara yang sakit, pelaksana desa, dan lain-lain. Sehingga pihak Dinas meminta mereka untuk membuktikan keterangan mereka dengan membuat surat pernyataan dan melampirkan keterangan dari pihak rumah sakit jika dia sakit, keterangan dari instansi yang memberikannya tugas seperti plt Kades diminta menyerahkan SK Pelaksana Kepala Desa dari Bupati.
“kami minta semua penjelasan mereka agar semua yang mereka jadikan alasan sehingga tidak masuk kerja selaku guru agar di buktikan berupa surat pernyataan dam keterangan dari instansi terkait, jangan hanya alasan yang tak bisa di buktikan, tegas Sardin.
Sementara Kepala Bidang Guru, Tenaga dan Kependidikan Dikbud Konut, Amir saat di wawancara di ruang kerjanya mengatakan, untuk saat ini kami berikan mereka kesempatan untuk melakukan perbaikan kinerja, peringatan awal dulu dan kedepan tentunya diharapkan bisa ada perbaikan kinerja, jika masih demikian adanya maka kita akan ajukan ke atas dalam hal ini Kadis untuk diberikan sanksi tegas, kata Amir.
Selain itu, alasan mereka tidak masuk kantor harus dilampirkan sebagai bukti pertanggung jawaban mereka, jangan hanya alasan supaya bisa mencairkan tunjangan profesi mereka, jelasnya.
Untuk di ketahui, ucap Sardin sebelum menutup wawancara mengatakan,”sejumlah guru di daerah ini masih ada yang suka malas berkantor sehingga pihak Korwas, Dewan Guru, Dewan Pendidikan melakukan kegiatan Supervisi untuk mengurangi adanya guru yang malas berkantor namun menuntut haknya sementara kewajibannya tidak dilaksanakan penuh.Perlu diketahui pula bahwa syarat untuk mencairkan tunjangan profesi itu ada sejumlah hal yang harus di penuhi salah satunya mengisi absensi dengan benar dan tidak ada alpa satupun, tegas Sardin.
(Andi Jumawi)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top