KONAWE SELATAN

Mayoritas Kecamatan di Konsel Kekurangan Guru

KOLAKAPOS, Andoolo–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konsel, menyampaikan laporan hasil reses, sekaligus menutup masa sidang ke II tahun ini, melalui rapat paripurna di aula gedung Paripurna DPRD Konsel, Senin (29/5) lalu.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo, didampingi Wakil Ketua I DPRD Hapsir Jaya dan Wakil Ketua II DPRD Nadira, serta dihadiri oleh seluruh Anggota DPRD Konsel.
Dari laporan reses anggota DPRD Dapil I disampaikan langsung oleh juru bicara (Jubir) Try Haryono. Dimana dari hasil reses ditemukan banyaknya permasalahan, diantaranya masih adanya kekurangan guru atau tenaga pendidik di Dapil tersebut, kekurangan pupuk, honor BPD tidak ada, adanya penyimpangan dana Indonesia pintar dan jalan poros sangat mengkhawatirkan.
“Selain itu takaran bensin Pertamina di Lalembu selalu kurang, pengadaan sarana air bersih tidak berfungsi di Tinanggea, pembangunan jembatan yang putus, konflik tanah dengan PT. CAM di Bumiraya, adanya pencemaran limbah CAM yang menimbulkan bau menyengat,” papar Try Haryono.
Selanjutnya, laporan reses Dapil II DPRD Konsel disampaikan oleh Samsu, dalam pelaksanaan reses masa sidang II mengusulkan pembangunan sarana dan prasarana desa yakni deker, jalan dan jembatan, hampir smua kecamatan Dapil II sangat kekurangan guru, ketersediaan bibit dan pupuk menjadi permasalahan para petani.
“Kemudian ada beberapa masyarakat tidak mendapat jaminan kesehatan dan terakhir usulan pelurusan sungai,” jelas Samsu.
Selanjutnya, laporan reses anggota DPRD Konsel Dapil III, disampaikan oleh Anshari Tawulo yang terdiri dari 10 poin diantaranya yakni, belum jelasnya batas status HTI, tapi perusahaan sudah masuk dan sudah terjadi transaksi jual beli tanah oleh masyarakat, kecamatan Konda terjadi masalah batas wilayah antara Konsel dan Kota Kendari.
“Untuk kecamatan Wolasi pembagian kartu sehat tidak merata atau Jamkesmas, lahan persawahan masih dalam kawasan hutan produksi dan Desa lainea PAM tidak berfungsi,” terangnya.
Terakhir laporan reses anggota DPRD Konsel Dapil IV disampaikan oleh Hamrin, perekrutan tenaga kerja PT Sungai Raya kecamatan Moramo, desa Landiho, dilakukan oleh Ormas, sengketa lahan kecamatan Moramo dengan PT. Tiran dan ini merupakan masalah lama tapi belum ada keputusan.
“Kemudian tapal batas antara desa Ulusena dan Sumber Sari, dimana jembatan penghubung sangat tidak layak. Kecamatan Kolono permintaan pembangunan gedung Madrasah, sarana air bersih, kekurangan guru dan honor GTT diharapakan meningkat dan kecamatan Laonti permintaan bibit unggul padi sawah, bantuan alat dan permintaan sertifikat,” ungkap Hamrin.
Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo mengatakan, semua hasil reses merupakan aspirasi masyarakat yang diserap pada masa sidang II dan akan dimasukan pada program-program DPRD.
“Setelah itu nantinya akan diberikan ke Bappeda Konsel, untuk menjadi pertimbangan untuk dimasukkan ke RKPD tahun 2018,” tutupnya. (k5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top