HUKUM KRIMINAL

Pelaku Balap Liar Dihukum Push Up

KOLAKAPOS, Surabaya–Satlantas Polrestabes Surabaya menertibkan aksi balap liar di sejumlah titik, kemarin.

Penertiban tersebut merupakan bagian dari Operasi Mandiri Kewilayahan Sutera (Surabaya Tertib Ramadan).
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar memimpin langsung patroli yang dimulai pukul 00.30 tersebut.
Rute yang dipilih merupakan kawasan yang dinilai paling rawan pelanggaran lalu lintas, terutama balap liar.
Jalur yang dilewati polisi, antara lain, Jalan Ir Soekarno, Jalan Kapasan, Jalan Demak, dan Jalan Dharmahusada.
”Selain itu, kami berkoordinasi dengan pihak command center untuk mengawasi CCTV (closed circuit television),” ujar Adewira.
Saat berpatroli di Jalan Demak, handie talkie (HT) Adewira berbunyi.
Suara di seberang menginformasikan adanya sekelompok anak muda yang melangsungkan balap liar di Jalan Dharmahusada.
Adewira segera mengarahkan personelnya ke lokasi tersebut.
Benar saja, polisi mendapati beberapa pengendara yang menutup jalan.
Begitu mendengar sirene petugas, mereka langsung semburat.
”Mereka ini sudah meresahkan warga. Masak orang mau lewat sampai disuruh putar balik,” kata perwira dengan dua melati di pundak tersebut.
Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan pelaku balap liar. Untung, semua pelaku balap liar berhasil diamankan.
Setelah didata, mereka yang tidak membawa surat-surat kelengkapan berkendara langsung dihukum push-up.
Selama dua jam berpatroli, tim menyita 30 kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan tidak dilengkapi surat-surat.
Kendaraan bodong tersebut lantas dibawa ke gudang barang bukti satlantas. Pemilik bisa mengambil motor dengan membawa surat-surat lengkap.
Adewira menyatakan mendukung program Kapolrestabes Surabaya lewat Sutera sehingga warga merasa nyaman dan tenang selama beribadah.
”Kami akan meningkatkan intensitas patroli selama Ramadan,” katanya.
Pihaknya sudah membentuk satgas untuk menunjang operasi. Yakni, tim preemtif, preventif, dan represif yang beranggota unit-unit yang ada di Satlantas Polrestabes Surabaya.
”Penindakan terhadap balap liar akan kami pusatkan ke tim represif saja. Tim lainnya fokus pada pendekatan ke masyarakat,” tutur alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 tersebut.
Tim represif, lanjut Adewira, merupakan tim yang biasa mobile. Di antaranya, Tim Sus, Tim Urai, Tim Patwal Manyar, dan Tim Patwal Elang. (bin/c15/fal/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top