MUNA

Buka Penjaringan Calon Kepsek, SMP Paling Banyak Diminati

Kabid Pembina Ketenagaan Dikbud Muna, Laode Sarmin.

KOLAKAPOS, Raha–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Muna membuka seleksi penjaringan calon kepala sekolah (Kepsek) untuk menduduki jabatan SD dan SMP. Pasalnya, dari 267 sekolah negeri yang ada di Muna yang terdiri dari SDN 208 dan 59 SMPN, calon Kepsek yang paling banyak diminati yakni SMP.
Hal tersebut terbukti pada tahapan pemasukan berkas pada 17 Mei hingga 24 Mei lalu, pendaftarnya mencapai 154 orang dari 59 SMPN yang ada. Sedangkan untuk SD pendaftarnya hanya mencapai 135 orang dari 208 SDN yang ada. Hal tersebut diungkapkan Kabid Pembina Ketenagaan Dikbud Muna, Laode Sarmin pada awak media saat dijumpai di ruangan kerjanya, akhir pekan lalu.
Menurutnya, saat ini berkas pengusulan yang masuk dalam penjaringan calon Kepsek di Dikbud Muna sudah diajukan ke
Lembaga Pengawas Mutu Pendidikan (LPMP) Sultra, supaya dilakukan tes akademik terhadap calon Kepsek tersebut. “Seleksi berkas sudah selesai. Sekarang masuk tahap konsultasi ke LPMP, serta menunggu tes Akademik karena yang tes akademik itu tim asesor dari LPMP,” ujarnya Laode Sarmin
Ia juga mengatakan, tidak hanya calon Kepsek untuk SD dan SMP yang berminat memasukkan berkasnya. Tetapi, dalam penjaringan itu ada juga calon Kepsek TK yang memasukkan berkasnya. “Untuk TK ada 13 orang,” tambahnya.
Laode Sarmin berharap dengan penjaringan tersebut, Dikbud Muna dapat melahirkan Kepsek yang mempunyai kapabilitas yang mumpuni, supaya mutu pendidikan di Muna semakin meningkat. “Harapannya supaya kita bisa melahirkan kepala sekolah yang berkualitas dan bermutu,” harapnya.
Terpisah, Kepala LPMP Sultra Idam mengatakan, LPMP Sultra tidak melakukan penjaringan kepsek. Namun, lembaganya hanya menggelar untuk para Kepsek dan calon Kepsek supaya melahirkan Kepsek yang berkompoten dan memenuhi aturan secara pendidikan.
“Kami mendiklat Kepsek. Calon Kepsek yang diusulkan dinas untuk memenuhi persyaratan di dapodik. Kemudian untuk yang lulus bisa dipakai atau tidak, itu tergantung bupati,” ujar Idam via celulernya, Minggu (4/6).
Terkait dengan peserta calon Kepsek di Muna yang telah mengajukan pemberkasan, Idam belum dapat memastikan kapan mereka akan mengikuti Diklat.
“Diklat bisa dilaksanakan dimana saja. Bisa di Muna dan di Kendari. Tetapi, jika dilaksanakan di Kendari akan memakan biaya. Jadi mungkin kami akan ke Raha,” tandasnya. (m1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top