BERITA UTAMA

Pejabat Nonjob di Muna Ogah Kembalikan Randis

RANDIS. Ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Raha–Pantas saja DPRD meminta Pemkab tegas menarik Randis dari mantan pejabat. Ternyata banyak mantan pejabat di Muna yang ogah mengembalikan randis yang sempat dipinjam pakaikan.

Kasibimas Potensi Masyarakat Satpol PP Muna  Sumardi mengatakan mereka akan mengintensifkan penarikan aset Pemkab. “Kendaraan yang mau ditarik lagi itu ada dua unit motor milik mantan lurah Mangga Kuning dan lurah Laende. Lalu, mobil dan motor milik pensiunan pejabat Bappeda Pak Riwa dan mobil milik mantan Kepala Bappeda Syahrir, itu dua unit mobil,” ungkap Sumardi.

Kemarin, (5/5) Satpol PP Muna berhasil menarik  empat unit mobil randis dari tangan mantan camat Duruka, Lasalepa, Kontunaga, dan Towea. “Banyak kendala-kendala yang kita hadapi di lapangan terutama para camat menanyakan hak-haknya. Meraka pertanyakan, kalau mau kembali mobil, tolong hak mereka yang tiga bulan itu dibayarkan. Tapi kita tidak melihat disitu, kami hanya menertibkan. Persoalan itu mereka pemerintah lama dan yang baru berkordinasi. Kami tetap tarik kendaraan tanpa ada toleransi,” tegasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu turunnya surat tugas guna menertibkan Randis yang digunakan mantan Kabid Binamarga PU Muna Laode Butolo. “Dia sudah pindah di Muna Barat, jadi mobilnya akan ditarik untuk mendukung pencapaian WTP,” katanya.

Terpisah, Kabag.Umum Pemda Muna Rahmat Raeba mengungkapkan, untuk dijajaran sekertariat pemda Muna, pejabat nonjob  yang belum mengembalikan Randis yakni Kabag, Hukum dan Kabag Ekonomi. Tapi, kata Rahmat kedua eks pejabat tersebut sudah melakukan konfirmasi kepadanya agar Randis yang mereka gunakan tidak ditarik paksa. ” Kabag Hukum meminta waktu sampai tanggal 10, dia kembalikan sendiri. Sedangkan Kabag. Ekonomi meminta sampai selesai lebaran,” ujar Rahmat.

Sekda Muna Nurdin Pamone, mengingatkan agar para mantan pejabat bisa sadar diri. Sebab menurutnya fasilitas Randis yang diberikan itu bukanlah milik pribadi, namun barang negara. “Diharapkan atas kesadaran sendiri lah. Bahwa apa yang dimiliki itu adalah barang milik negara, hanya dipinjam pakaikan saat dia menjabat. Setelah itu, daharapkan dikembalikan,” pintanya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top