SULSELBAR

Dewan Sarankan Sistem Jalan Satu Arah

PEMERINTAH KOTA MAKASSAR DINILAI TAK MAMPU LAGI MEMBENDUNG VOLUME KENDARAAN YANG SETIAP HARI BERTAMBAH, HINGGA MEMBUAT KEMACETAN DI SEJUMLAH TITIK. DEWAN USULKAN PENGGUNAAN SISTEM SATU ARAH UNTUK MENGURAI KEMACETAN TERSEBUT.

KOLAKAPOS, Makassar–Pemerintah Kota Makassar dan Provinsi Sulsel telah mengambil sejumlah kebijakan terkait permasalahan kemacetan di Kota Makassar, seperti larangan parkir di bahu jalan dan menutup sejumlah belokan.

Hanya saja, kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah kota dan provinsi belum-lah menjadi solusi tepat dalam mengatasi kemacaten. Bahkan setiap hari kemacetan makin parah di sejumlah ruas jalan.
Hal ini disebabkan volume kendaraan yang setiap hari bertambah dan tidak dibarengi oleh bertambahnya jalan baru.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar memberikan solusi agar perlunya Makassar menerapkan program penerapan jalur sistem satu arah (SSA) yang dapat mengatasi kemacetan.
Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar, Syamsuddin Kadir menuturkan, Kota Makassar saat ini sudah sangat sesak oleh volume kendaraan. Hal ini dikarenakan tidak adanya batasan kendaraan setiap kepala rumah tangga, parkiran yang sembarut dan tidak tertibnya masyarakat terhadap lalu lintas.
“Harus ada solusi, tidak hanya berbondong-bondong mengadakan armada transportasi dan menaikkan penjualan kendaraan. Alangkah baiknya dibarengi dengan solusi atasi kemacetan,” ungkapnya saat di gedung DPRD Makassar, kemarin.
Legislator Fraksi Golkar ini juga menuturkan Pemkot Makassar Harus secepatnya mengkaji penerapan jalur satu arah minimal ada satu kawasan yang rawan macet menjadi percontohan.
Apalagi, kata dia, bisa dipastikan dalam waktu lima tahun ke depan Makassar tidak akan bisa bergerak lagi karena kemacetan. Pasalnya, jumlah kendaraan baru dalam hitungan dua tahun terakhir tercatat mencapai 172.395 unit yang beraktivitas di Kota Makassar.
“Kita Perhatikan saja kendaraan yang ada di jalan protokol itu sangat banyak. Bisa dipastikan di setiap jam kerja atau pulang kerja kendaraan tidak bisa dibendung lagi jumlahnya,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan anggota DPRD Makassar lainnya, Arifin Dg Kulle. Menurutnya, pemerintah kota harus mengambil langkah ekstrim yang luar biasa untuk bisa mengatasi masalah kemacetan yaitu penerapan satu arah.
” Langkah mengatasi kemacetan dengan menerapkan jalur satu arah, meskipun akan menimbulkan pro dan kontra. Tapi saya yakin solusi itu bisa diterapkan setelah dikoordinasikan dengan kepolisian lalu lintas dan dinas perhubungan,” ucapnya.(fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top