EKOBIS

Stok Kurang, Bawang Putih Sudah Menyentuh Harga Rp 1 Juta

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Kupang–Harga bawang putih di sejumlah pasar di Kota Kupang terus meningkat. Bahkan menyentuh Rp 1 juta perkarung (19 kilogram). Tidak hanya naik harga, stok bawang putih mulai sulit didapat.

Beberapa pedagang mengaku sudah kehabisan stok bawang putih dua sampai tiga hari belakangan.

“Kita biasa beli di Oeba, tapi sekarang kosong. Tidak ada yang jual,” kata salah satu pedagang di Pasar Oesapa, Kota Kupang, Marselina Henukh.

Menurut Marselina, harga bawang putih sebelumnya hanya Rp 40 ribu per kilogram. Namun menjelang bulan puasa, harga bawang putih terus melonjak.

Sebelum kehabisan stok, Marselina mengaku membeli bawang puttih seharga Rp 800 ribu per karung, lalu dijual seharga Rp 65 ribu per kilogram. “Sekarang sudah naik lagi, tetapi stok tidak ada. Kecuali bawang merah yang turun harga dari Rp 40 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram,” terang dia.

Dari puluhan pedagang di pasar tersebut, hanya kurang dari 10 pedagang yang memiliki stok bawang putih, namun sudah menipis. Salah satunya adalah Son Elly yang mengaku hanya memiliki beberapa kilogram bawang putih. Son menuturkan, setelah mengetahui stok bawang putih habis di Pasar Oeba, dirinya mencari ke Pasar Kasih Naikoten. Namun setelah berkeliling sejumlah pemasok, dia hanya mendapat 14 kilogram dengan harga yang sangat tinggi.

“Kemarin dulu, saya dapat di Pasar Inpres (Pasar Kasih) tetapi sudah naik jadi Rp 80 ribu per kilo. Sekarang sudah naik lagi, karena satu karung itu sudah Rp 1 juta lebih,” terang Son.

Dengan kondisi saat ini, Son mengaku mulai kesulitan mencari stok. Dia berharap dalam waktu dekat stok bawang bisa tersedia, apalagi kebutuhan saat ini sangat tinggi mengingat umat Muslim sedang berpuasa.

Dia kembali mencontohkan, bawang putih yang sebelumnya dijual tiga siung seharga Rp 5.000, saat ini sudah naik 100 persen menjadi Rp 10.000 per tiga siung. “Kita tidak tahu kapan ada stok. Tetapi ini karena kita ambil dari luar NTT, seperti Surabaya dan Makassar. Beda dengan bawang merah yang melimpah di NTT,” tutup dia.

General Manager (GM) PT.Pelindo III Cabang Tenau Kupang, Boy Roebyanto yang dikonfirmasi terkait proses bongkar muat di Pelabuhan Tenau mengaku tidak melihat adanya muatan bawang merah yang diangkut melalui pelabuhan tersebut.

“Kalau bawang putih tidak ada. Sekarang baru telur dan sembako lain seperti beras, gula dan lainnya,” kata Boy.

Ditanya beberapa minggu belakangan, Boy kembali memastikan, tidak ada muatan bawang putih dalam dua minggu belakangan. “Belum ada,” katanya.(jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top