MUNA

Muna Bebas Dari Daging Oplosan dan Ayam Tiren

Kepala Dinas Peternakan Muna, LM Yakub.

KOLAKAPOS, Raha–Menyambut hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah tentunya permintaan daging sapi dan daging ayam akan meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Olehnya itu masyarakat harus teliti dan waspada saat membeli daging. Hal ini penting untuk menghindari daging sapi oplosan, gelonggongan dan daging ayam “mati kemarin” (tiren).
Di kabupaten Muna, Kepala Dinas Peternakan, LM Yakub, sudah menjamin bahwa daging sapi dan ayam potong yang dijual di pasar tradional Laino kota Raha, bebas dari daging sapi oplosan, gelonggongan dan daging ayam tiren. Lantaran sejak memasuki bulan suci Ramadhan hingga saat ini, pihak Dinas Peternakan Muna terus melakukan pengawasan.
“Kita dari Dinas Peternakan, sejak pembukaan puasa itu, kita sudah melakukan pengawasan di rumah potong hewan (RPH) maupun pada penjual daging yang di pinggiran jalan. Insya Allah dijamin aman, karena kami terus mengawasi,” ucap Yakub pada wartawan Kolaka Pos saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (8/6) siang.
Meski di Muna bebas dari daging gelonggongan, daging oplosan dan ayam tiren, namun Yakub meminta agar konsumen tetap memeriksa sebelum membeli daging, dengan melihat dari segi warna maupun bau daging. Selain itu, daging sehat bisa diperiksa kekenyalannya dengan cara dipencet.
“Dua hari sebelum lebaran, pengawasan makin ketat kita lakukan. Selain itu untuk menghindari isu-isu yang mengkhawatirkan, dokter hewan sudah diturunkan di lapangan untuk memeriksa kesehatan daging, agar aman untuk dikonsumsi,” tandasnya. (m1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top