EKOBIS

Pantasan Bawang Putih Mahal, Ada 6 Kartel yang Kendalikan

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Jakarta–Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) menengarai ada oknum yang mencoba memonopoli pasar bawang putih di Tanah Air.

Hal ini kemudian mengakibatkan harga bawang putih di pasar dalam negeri melejit.

Dari sekitar 20 importir bawang putih yang terdaftar, ada enam perusahaan yang menguasai tata niaga impor.

Bahkan ada satu grup perusahaan yang penguasaan pasarnya lebih dari 50 persen.

“Dari fakta di lapangan kami duga mahalnya bawang putih itu karena adanya tindakan pelaku usaha yang dengan sengaja mengurangi pasokan, sehingga terjadi kelangkaan dan menyebabkan harganya tinggi. Dari puluhan importir ini, di kelompokkan ada enam pelaku usaha yang menguasai pasar,” kata Ketua Tim Investigasi Bawang Putih KPPU, Aru Armando

Aru menjelaskan, beberapa indikasi permulaan menunjukkan dugaan praktik kartel bawang putih.

Di antaranya adalah dari 480.000 ton kebutuhan bawang putih 98 persennya impor.

Sementara, di lapangan ada grup yang kepemilikannya sama, gudangnya sama, dan kantornya juga sama. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top