EKOBIS

Omzet Industri Pengiriman Diproyeksi Tembus Rp 250 Triliun

KOLAKAPOS, Malang–Shopee menggandeng J&T Express untuk memberikan layanan gratis ongkos kirim ke seluruh tanah air.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi hambatan logistik.

Marketing Lead Shopee Mad Alkatiri mengungkapkan, layanan gratis ongkir tersebut memberikan kemudahan terutama bagi pengusaha UKM yang berada di lokasi jauh dan terpencil.

”Kami melihat industri ini sangat dekat dengan kebutuhan logistik. Artinya, kendala logistik adalah salah satu hambatan yang cukup kuat bagi orang ketika berbelanja dan membuka usaha secara online,” ujarnya di Malang

Pihaknya berharap layanan gratis ongkir dapat turut mengembangkan UKM.

”Layanan ini diharapkan dapat menjadi andalan bagi pelaku usaha UKM untuk membangun marketplace-nya meski berada di lokasi yang terpencil,” kata Mad.

Dia menambahkan, Jawa Timur adalah provinsi yang memiliki UKM-UKM lokal yang sangat banyak dan potensial.

Hingga saat ini, Shopee telah menggandeng 700 ribu UKM di seluruh Indonesia. Jatim berkontribusi besar di dalamnya.

Di sisi lain, Direktur J&T Express Robin Lo menjelaskan, ongkos kirim ke wilayah Indonesia, terutama Indonesia bagian timur, bisa lebih tinggi dari harga barang.

”Dengan program bebas ongkir harusnya bisa membuat semangat UKM-UKM di Indonesia untuk terus mengembangkan usahanya. Selain itu, dari sisi pembeli juga lebih banyak pilihan,” jelasnya.

Robin mengungkapkan, pertumbuhan J&T Express mulai Januari 2017 rata-rata 10-20 persen tiap bulan.

”Ketika masuk bulan Juni, di mana J&T kerja sama dengan Shopee, perkembangan kita diharapkan bisa 100 sampai 200 persen,” ujarnya.

Persentase volume pengiriman barang melalui toko online dapat mencapai 50 persen dari total pengiriman lain yang dilayani J&T Express.

Sementara itu, bisnis pengiriman barang atau jasa kurir terus tumbuh seiring dengan meledaknya e-commerce dalam empat tahun belakangan.

Ketua DPW Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Timur Djohan menuturkan, omzet di industri pengiriman diproyeksi mencapai Rp 250 triliun tahun ini.

Angka tersebut meningkat dari realisasi tahun sebelumnya yang hanya Rp 220 triliun.
’’Omzet di sektor ini memang selalu naik, minimal 15 persen setiap tahunnya,’’ katanya. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top