KOTA KENDARI

Dishub Sultra Pantau Persiapan Arus Mudik 2017

KOLAKAPOS, Kendari — Dinas perhubungan(Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara telah melakukan sejumlah ancang-ancang persiapan dalam rangka memasuki arus mudik lebaran.

Dimana, persiapan akan dilakukan mulai dari H-7 hingga H+7 untuk angkutan darat dan udara yaitu pada tanggal 18 Juni hingga 2 Juli 2017. Sementara untuk angkutan laut, persiapan digelar mulai H-10 hingga H+10 yaitu pada tanggal 15 Juni hingga 5 Juli 2017.

Menurut Kepala Dishub Sultra, Hado Hasina, untuk transportasi darat, Angkutan jalan dititik beratkan pada trayek AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), dan AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) serta angkutan penyeberangan dititik beratkan pada tujuh lintasan yaitu Kolaka-bajoe, Baubau-Waara, Torobulu-Tampo, Kendari-Wawonii, Dongkala-Mawasangka, Baubau-Dongkala, Lasusua-Siwa, Kamaru-Wanci, Amolengo-Labuan.

“Kesiapan sarana angkutan jalan, untuk AKAP tersedia 93 bis, dan 18 PO yang melayani rute Kendari- Makassar Kendari- Tator dan Kendari-Luwuk. Sementara untuk trayek AKDP akan dilayani 413 bh kendaraan berbagai jenis, sedangkan untuk AKDP itu yang menjadi perioritas 10 jalur “Katanya. Kamis (14/6)

Kemudian untuk transportasi laut lanjutnya, dititik beratkan pada pelabuhan utama yaitu pelabuhan laut Baubau, Kendari, Kolaka dan Raha.

“Untuk lintasan penyeberangan Kolaka-Bajoe tersedia kapal penyeberangan sebanyak 9 unit, kemudian Torobulu-Tampo, Amolengo-Labuan dan Baubau-Waara yaitu sebayak 2 unit sementara Kendari-Langara, Mawasangka-Dongkala-Kasipute-Baunau dan Kamaru-Wanci ada 1 unit,” terangnya.

Sementara untuk transportasi udara sebutnya , dititik beratkan pengendalian di bandara Haluoleo Kendari, Betoambari Baubau, Matahora Wakatobi dan bandara Sangia Bandera Kolaka.

“Di Kendari sendiri ada 5 perusahaan penerbangan dan dalam sehari ada yang tujuh kali melakukan penerbangan, kalau di Kolaka dan Baubau ada 2 perusahaan penerbangan tapi di Kolaka tidak melakukan penerbangan full selama seminggu paling dalam seminggu emapat atau tiga kali. Sedang di Wakatobi hanya 1,” sebutnya.

Seluruh persiapan ini kata Hado, selain kesiapan menyangkut sarana dan prasarana, juga meliputi kesiapan peningkatan koordinasi, dan pendataan daerah rawan kecelakaan.

“Meningkatkan koordinasi, komunikasi dan konsistensi antar instansi terkait serta tim angkutan lebaran terpadu 2017 di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan unit kerja lapangan seperti KSOP, UPP, KUPP, pengelola terminal dan pelabuhan secara rutin dan periodik,”tuturnya

Persiapan ini kata dia, sudah dikoordinasikan secara rutin dan periodik dengan berbagai pihak terkait. Diantaranya Dishub Kabupaten dan Kota se Sultra dan unit kerja lapangan seperti KSOP, UPP, KUPP, pengelola terminal dan pelabuhan serta tim angkutan lebaran terpadu 2017 di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota.

“Telah dilakukan juga pengecekan daerah rawan kecelakaan. Keselamatan dan keamanan transportasi melingkupi kegiatan pengaturan (regulatory), prosese jaminan keselamatan operasi (safety assurance) maupun proses penyelidikan kecelakaan (investigation) serta upaya-upaya menemukan pencegahan (prevention) agar kecelakaan yang sama tidak berulang,” tandasnya (k1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top