BERITA UTAMA

Dishub Sultra Persiapkan Arus Mudik

KOLAKAPOS, Kendari–Peningkatan arus lalulintas jelang mudik lebaran tahun ini menjadi perhatian serius Dinas Perhubungan Sultra. Dishub telah melakukan sejumlah pemantauan dan inventarisasi serta memastikan kesiapan armada mudik.

Kepala Dishub Sultra, Hado Hasina, mengatakan untuk transportasi darat, angkutan jalan dititik beratkan pada trayek AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), dan AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi). Sedangkan angkutan penyeberangan, dititik beratkan pada tujuh lintasan yaitu Kolaka-bajoe, Baubau-Waara, Torobulu-Tampo, Kendari-Wawonii, Dongkala-Mawasangka, Baubau-Dongkala, Lasusua-Siwa, Kamaru-Wanci, Amolengo-Labuan. “Kesiapan sarana angkutan jalan, untuk AKAP tersedia 93 bis, dan 18 PO yang melayani rute Kendari- Makassar Kendari-Tator dan Kendari-Luwuk. Sementara untuk trayek AKDP akan dilayani 413 buah kendaraan berbagai jenis, sedangkan untuk AKDP itu yang menjadi prioritas 10 jalur,” katanya, Kamis (14/6).

Kemudian untuk transportasi laut lanjutnya, dititik beratkan pada pelabuhan utama yaitu pelabuhan laut Baubau, Kendari, Kolaka dan Raha. “Untuk lintasan penyeberangan Kolaka-Bajoe tersedia kapal penyeberangan sebanyak sembilan unit, kemudian Torobulu-Tampo, Amolengo-Labuan dan Baubau-Waara yaitu sebanyak dua unit sementara Kendari-Langara, Mawasangka-Dongkala-Kasipute-Baubau dan Kamaru-Wanci ada satu unit,” terangnya.

Sementara untuk transportasi udara sebutnya, dititik beratkan pengendalian di bandara Haluoleo Kendari, Betoambari Baubau, Matahora Wakatobi dan bandara Sangia Bandera Kolaka. “Di Kendari sendiri ada lima perusahaan penerbangan dan dalam sehari ada yang tujuh kali melakukan penerbangan, kalau di Kolaka dan Baubau ada dua perusahaan penerbangan tapi di Kolaka tidak melakukan penerbangan full selama seminggu paling dalam seminggu emapat atau tiga kali. Sedang di Wakatobi hanya satu,” sebutnya.

Seluruh persiapan ini kata Hado, selain kesiapan menyangkut sarana dan prasarana, juga meliputi kesiapan peningkatan koordinasi, dan pendataan daerah rawan kecelakaan. “Meningkatkan koordinasi, komunikasi dan konsistensi antar instansi terkait serta tim angkutan lebaran terpadu 2017 ditingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan unit kerja lapangan, pengelola terminal dan pelabuhan secara rutin dan periodik,” tuturnya.

Persiapan ini kata dia, sudah dikoordinasikan secara rutin dan periodik dengan berbagai pihak terkait. Diantaranya Dishub Kabupaten dan Kota se Sultra dan unit kerja lapangan, pengelola terminal dan pelabuhan serta tim angkutan lebaran terpadu 2017 di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota. “Telah dilakukan juga pengecekan daerah rawan kecelakaan. Keselamatan dan keamanan transportasi melingkupi kegiatan pengaturan, jaminan keselamatan operasi, maupun proses penyelidikan kecelakaan, serta upaya-upaya menemukan pencegahan agar kecelakaan yang sama tidak berulang,” tandasnya. (k1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top