HUKUM KRIMINAL

Geng Ambengan, Curi Motor di 20 Lokasi

KOLAKAPOS, Surabaya–Sepak terjang kejahatan jalanan geng Ambengan Batu di Surabaya akhirnya terhenti.

Komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang telah beraksi di 20 TKP tersebut dilumpuhkan tim Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Nama komplotan tersebut tidak lain diambil dari rumah para tersangka yang berdekatan.
Geng dengan jumlah anggota delapan orang itu memang tinggal di satu area: Ambengan Batu.
“Inisiatornya si Bondet. Dia yang mengoordinasi,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.
Bondet yang memiliki nama asli Feril Setiawan punya ide untuk membentuk sebuah geng spesialis curat.
Dia mengajak tujuh teman. Yakni, Royan Simantri, Yepi Suhartono, Hendi Dermawan, RRP, KM, JS, dan seorang lagi yang masih buron.
“Tiga di antaranya memang masih di bawah umur,” imbuh Shinto.
Setelah geng terbentuk, mereka berbagi tugas. Peran masing-masing tidak bersifat permanen. Semua anggota geng punya kesempatan untuk beraksi.
“Perannya mesti diputer. Kadang yang jadi joki hari sebelumnya tidak sama dengan keesokan harinya,” jelas perwira dengan dua melati di pundak tersebut.
Geng Ambengan Batu umumnya menyasar perumahan. Selain karena tergolong mudah, beberapa perumahan diketahui memiliki sistem keamanan yang minim.
“Nah, keamanan yang minim itulah yang membuat mereka leluasa untuk melakukan aksinya,” kata polisi asli Medan itu.
Di Surabaya, mereka pernah beraksi di kawasan Rungkut dan daerah sekitar Terminal Purabaya.
“Menurut pengembangan, mereka juga melakukan aksinya di Gresik dan Sidoarjo,” imbuh mantan Kasatreskrim Polresta Tangerang itu.
Bermodal kunci T, para pelaku bisa membawa lari sepeda motor yang mereka inginkan.
Waktu yang dibutuhkan untuk menggondol satu motor tidak lebih dari satu menit.
“Biasanya, mereka hanya membutuhkan 30 hingga 60 detik,” kata Shinto.
Setelah seorang anggota geng berhasil menggasak motor, dirinya akan menyerahkan kepada anggota yang lain.
Tugasnya menjadi penadah. Motor curian tersebut akan dibawa menuju Madura.
“Selalu dijual ke Madura. Keuntungannya dibagi-bagi,” bebernya. (bin/c6/fal/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top