BERITA UTAMA

Nelayan Tewas Ditembak Polisi

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga dan Irbin Ops Irwasda Polda Sultra AKBP Sempana Setepu mengantar jenazah Korban Hingga Pemekaman di kampung halaman Korban di Kelurahan Tampo, kecamatan Napabalano, Muna. Kondisi jenazah korban penembakan aparat kepolisian di Muna, terbujur kaku terbungkus sarung dan ditempatkan di ruang UGD RSUD Muna.(inset). FOTO : Ahmad/Kolakapos

KOLAKAPOS, Raha — Salah seorang warga kelurahan Tampo kecamatan Napabalano Laode Sifu (43) merenggang nyawa setelah tertembus peluru yang ditembakkan oknum polisi berinisial Brigadir A. Penembakan tersebut terjadi subuh kemarin (16/6) di dermaga penyeberangan Tampo, kabupaten Muna.

Mendiang tertembak saat sedang memancing di samping feri KM.Rumbia. Salah seorang ABK feri, yang juga merupakan anak korban, Laode Ruslan saat ditemui di RSUD Muna mengatakan mendengar suara letusan tidak jauh dari feri sebanyak dua kali. Karena penasaran, ia yang tengah berada di lantai dua feri, mencoba mencari tahu apa yang terjadi di lantai satu. Tak lama kemudian ia melihat sosok pria tergeletak di atas perahu, yang ternyata ayahnya sendiri.

“Begini kejadiannya. Kan saya masih tidur, terus pas kejadian tadi malam, pas saya mau sahur. Saya dengar bunyi tembakan, eh tembakan dimana itu?. Saya dalam kapal ini, masih mengantuk juga. Lalu Bunyi kedua, ih, saya kaget lagi. Dua kali tembakan. Setelah itu ribut dibawah. Ih siapa yang ribut dibawah itu. Saya turun, saya lihat dibawah. Ih ada apa dibawah ini?. Saya kaget ih ternyata saya lihat astaga bapak saya di perahu,” ungkapnya.

Ia masih tidak percaya ayahnya tewas diterjang peluru polisi. Karena menurutnya, ayahnya tidak pernah terkait apalagi melakukan tindakan kriminal. “Dia (Laode Sifu) kan sering memancing disitu (samping feri, red). Dia sementara memancing,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan istri korban Waode Marlina. Kata dia, mendiang suaminya berangkat dari rumah pada Kamis, (15/6) petang. Ia meminta izin untuk pergi memancing. Tapi, subuhnya ia kaget setelah menerima telpon dari anaknya yang mengatakan suaminya tewas ditembak oleh oknum polisi. “Dia izin dirumah sore jam 6. Katanya dia mau pergi memancing. Subuh, selesai sahur tadi saya ditelpon dengan anak saya, kalau bapaknya mati dalam perahu katanya kena tembakan,” ucap Marlina pada awak media sembari terisak.

Sementara, Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga membenarkan jika korban Laode Sifu warga Tampo ini tewas terkena peluru polisi. “Sekarang pelaku sudah diamankan dan sudah ada di sel,” kata Ramos pada awak media usai melihat jenazah korban di ruang UGD RSUD Muna.

Menurut perwira Polri berpangkat dua bunga melati dipundak ini, penembakan itu dilakukan oleh anggotanya Brigadir A, lantaran pelaku menduga di sekitat kapal Fery itu telah terjadi transaksi BBM ilegal. “Jadi ada informasi dari masyarakat, diduga ada transaksi ilegal BBM. Jadi, pihak dari Polsek Tampo yang sedang piket menindak lanjuti informasi tersebut. Lalu melihat ada perahu yang menempel di kapal Fery. Terus diberikan tembakan tegas peringatan tiga kali, untuk menghentikan kegiatan tersebut, kemudian orang diperahu tersebut mencoba melarikan diri, sehingga petugas melakukan tindakan tegas,” terang Ramos.

Masih ditempat yang sama, spesialis forensik Polda Sultra dr.Mauludin usai melakukan otopsi terhadap janazah korban mengatakan kematian korban disebabkan sebutir proyektil peluru yang bersarang di dada kiri. “Jadi dari hasil pemeriksaan, hanya ada satu luka pada tubuh dipunggung kiri, kemudian, tadi kita berhasil kita angkat fragmen logam di dalam rongga dada kiri,” terangnya.

Kapolres Janji Beri Santunan

Saat ini, pelaku pembunuh warga Tampo Brigadir A sudah mendekam dibalik jeruji besi Polres Muna untuk menjalani pemeriksaan di Propam Polres Muna atas tindakannya yang telah menghilangkan nyawa Laode Sifu.

Sementara untuk keluarga Korban, Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga berjanji akan memberikan santunan terhadap keluarga korban. “Kita sudah menyiapkan santunan berupa fasilitas, uang juga kita sediakan,” jelas Ramos

Menurutnya, Brigadir A bakal diperiksa secara mendalam terkait putusannya melakukan penembakan terhadap korban. Jika pada saat pemeriksaan ucap perwira polri berpangkat dua bunga melati dipundak ini, Brigadir A bakal dikenakan sanksi pemecatan. “Di proses sesuai ketentuan. Ada sanksi jika tidak sesuai SOP maka bisa dipecat,” tegasnya. (m1/a)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top