HUKUM KRIMINAL

Debt Collector Dihajar 15 Orang

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Pekanbaru–Fanny Eldorado Tampubolon, seorang debt collector, dikeroyok belasan orang tak dikenal saat hendak melakukan penarikan mobil nasabah di Jalan Soekarno Hatta tepatnya depan Rumah Sakit Mata Smec, Pekanbaru, Riau, Sabtu (17/6) lalu sekitar pukul 18.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut pria berusia 27 tahun itu mengalami luka pada hidung, pelipis kanan serta luka memar di bagian rusuk serta siku kiri.
Peristiwa tersebut bermula, ketika dirinya bersama lima orang rekannya dari Tim Eksternal PT ACC Finance hendak menarik mobil Daihatsu Ayla dengan nomor BM 1857 BE atas nasabah Neni Indrayanti lantaran bermasalah dalam pembayaran.
Namun pada saat dilakukan penarikan, mobil tersebut tengah dikendarai oleh seorang laki-laki yang tak dikenal.
Laki-laki tersebut enggan menyerahkan mobil yang akan ditarik oleh korban sehingga terjadi perdebatan. Tak berselang lama datang sekitar 15 orang teman pelaku dalam keadaan emosi langsung memecahkan kaca mobil yang digunakan debt collector tersebut.
Kedatangan teman dari pelaku ternyata membuat nyali lima rekan korban ciut, sehingga melarikan diri.
Fanny Eldorado Tampubolon yang tertinggal seorang diri di lokasi tersebut menjadi sasaran pelampiasan kemarahan teman pelaku.
Dia dikeroyok belasan orang sampai mengalami luka pada hidung, pelipis kanan, luka memar di siku kiri, rusuk serta dengkul kiri.
Menurut keterangan korban, tas miliknya yang berisikan dua unit Handphone turut diambil oleh pelaku pengeroyokan, sehingga mengalami kerugian Rp 3 juta.
Fanny Eldorado Tampubolon mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru melaporkan kejadian yang dialaminya.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto SIK MH ketika dikonfirmasi Riau Pos (Jawa Pos Group), Senin (19/6) kemarin melalui Kasubag Humas Ipda Dodi Vivino SH membenarkan kejadian tersebut.
Dia menyebutkan, korban dikeroyok belasan orang tak dikenal ketika melakukan penarikan mobil milik nasabah bernama Neni Indrayanti.
“Laporan dan pengaduannya sudah kita terima, kini masih diselediki Satrekrim Polresta Pekanbaru. Sedangkan pelaku masih lidik,” ujar Ipda Dodi Vino SH
Sambung dia, selain mengalami luka akibat pengeroyokan tersebut korban juga kehilangan tas yang berisikan dua unit handphone.
“Tas korban beserta dua unit handphone juga diambil pelaku, sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 3 juta,” pungkas Kasubag Humas Polresta Pekanbaru.(jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top