BERITA UTAMA

Nur Alam dan Asrun–Damai

Nur Alam saat bersalaman dengan Asrun.FOTO:Asbar/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kendari–Siapa yang tak tau jika akhir-akhir ini antara Gubernur Sultra, Nur alam dan Walikota Kendari Asrun terjadi perang urat saraf lantaran berbagai dinamika politik. Namun ketegangan tersebut larut dalam momen Idul Fitri.

Pasalnya dihari kedua idul fitri. Senin (26/6) Asrun yang tibah dikediaman Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur berasama keluarga serta Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga sekitar pukul 19.30 langsung disambut hangat oleh Nur Alam.

Nampak suasana cair diantara keduanya, senyum dan tawa kerap kali muncul diakhir setiap perkataan dari masing-masing tokoh politik tersebut.

Asrun yang ditemui seusai berpamitan mengatakan jika kedatangannya berserta keluarga tidak ada kaitannya dengan politik meskipun Ia juga merupakan calon gubernur Sultra selanjutnya. “Ah tidak, kami silaturahim, kami (dia & Nur Alam, red) keluarga besar,” katanya.

Bahkan Walikota dua periode ini enggan mengatakan bahwa dirinya dan Nur Alam Telah terjadi kerenggangan selama ini. “Ah tidak dari dulu juga baik,” terangnya.
Senada dengan Asrun, Nur Alam mengatakan dirinya dan Asrun tidak ada kerenggangan, bahkan silaturahmi dalam momen idul fitri selalu dilakukan setiap tahunnya. “Beliau sebetulnya tiap tahun hadir dalam silatuhrahmi dan saya kira ini momen yang tepat juga untuk kita saling bermaaf-mafan dan saya kira ini momen yang tepat untuk kita mencairkain kepenatan dari berbagai dinamika sosial dan politik dan itu hal yang biasa sebetulnya, Hanya sampai sebatas komunikasi politik itu sesuatu yang sangat mungkin terjadi secara dinamis tetapi intinya silatuhrahmi kita nggak ada masalah secara peribadi juga semua masih berjalan dengan baik kekeluargaan juga masih terpelihara dengan baik,” katanya.

Gubernur dua periode ini mengaku memberikan apresiasi atas kehadiran Asrun beserta keluarga sebab hal tersebut tidak setiap saat bisa terjadi mengingat keduanya sama-sama memiliki kesibukan yang cukup padat.

“Saya sangat mengapresiasi semua ini bukan hanya kepada beliau (Asrun. red) tetapi kepada siapapun juga yang saya sudah tidak sempat identifikasi scara satu persatu karna ruang dan waktu dan kesibukan kita masing sehingga kadang kadang kita tidak berjumpa tidak bertemu situasi seperti itu seringkali ada pemahaman seolah olah ada hubungan yang renggang tetapi sesungguhnya tidak ada,” tandasnya. (k1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top