SULSELBAR

Jumlah Korban Meninggal Dunia Meningkat Dibanding Tahun Lalu–Sulsel Penyumbang Lakalantas Terbesar Ketiga di Indonesia

KOLAKAPOS, Makassar–Angka Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) sepanjang musim arus mudik dan arus balik di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Meskipun demikian, Provinsi Sulsel masih menjadi penyumbang lakalantas terbesar ketiga di Indonesia.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulsel memiliki catatan negatif atas jumlah kecelakaan di jalan raya. Hal itu terlihat dari hasil Operasi Ramadniya 2017 selama 16 hari, yang dimulai pada H-7 hingga H+7 Idul Fitri 1438 Hijriah oleh Polda Sulsel.
“Operasi Ramadniya 2017 sudah berakhir dan ada beberapa catatan dalam operasi itu, termasuk angka kecelakaan lalu lintas,” kata Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol Winarto diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (5/7).
Ia mengatakan, data yang diterima dari Ditlantas Polda Sulsel, jumlah kasus kecelakaan pada tahun 2017 mencapai 153 Kasus. Sementara pada tahun sebelumnya mencapai 166 kasus.
“Angka tersebut sangat menurun drastis dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, program zero accident belum mampu diterapkan,” ujarnya.
Tahun 2016 lalu, lanjutnya, korban meninggal dunia 29 orang. Tapi pada Operasi Ramadniya 2017 mencapai 32 orang.
“Ada peningkatan drastis pada jumlah korban tahun ini dengan trend 10 persen,” tambahnya.
Sedangkan, korban luka berat pada Operasi Ramadniya 2017 juga menurun yakni 17 orang. Pada tahun 2016 lalu, jumlah luka berat mencapai 35 orang. Dirlantas ini menambahkan, kerugian materil pada Operasi Ramadniya menurun hingga minus 42 persen. Jumlah kerugian materil selama operasi mencapai Rp373 juta, sedangkan kerugian material di tahun sebelumnya mencapai Rp642 juta. Untuk jumlah kecelakaan wilayah Ditlantas Polda secara nasional, Winarto belum mengetahui secara pasti. Yang jelas, Ditlantas Polda Sulsel mengklaim jauh lebih rendah angka kecelakaan dibanding wilayah Ditlantas yang ada di Pulau Jawa.
“Kami belum menerima data kecelakaan secara nasional dari kakorlantas, yang pasti angka kecelakaan di Sulsel rendah,” ujar Winarto.
Terpisah, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, meskipun menjadi penyumbang lakalantas terbesar ketiga secara nasional, kasus lakalantas saat arus mudik dan arus balik justru mengalami penurunan. Sulsel masuk tiga besar karena jumlah penduduk Sulsel yang cukup besar hingga sembilan juta jiwa.
“Saya belum tahu persis datanya, tapi data yang kami miliki tidak seperti itu. Justru jauh 70 persen lebih dari tahun lalu, tapi kita akan coba cek kebenarannya,” katanya. (fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top