HUKUM KRIMINAL

Tawarkan Rias Artis, Ternyata Tipu Rp 4 Juta

KOLAKAPOS, Surabaya–Modus yang ditawarkan Muchammad Farhan terlihat biasa. Namun, itu merupakan sebuah kesempatan yang tidak bisa dilewatkan bagi para pencari kerja.

Pria 38 tahun tersebut memperkenalkan diri sebagai staf administrasi salah satu media nasional.
Para pelamar kerja yang putus asa akan mengira jabatan tersebut cukup menjanjikan.
Apalagi, perusahaan yang didompleng sudah memiliki nama di mata masyarakat.
“Saya asal ambil saja Pak, biar banyak yang minat,” katanya dengan menundukkan kepala.
Media yang digunakan merupakan salah satu stasiun televisi swasta.
Farhan menyatakan, perusahaan tersebut kekurangan personel untuk merias artis.
Akhirnya, lowongan dibuka. Pria asal Tuban tersebut menawarkan jasa lewat informasi dari mulut ke mulut.
“Saya sebarkan saja kepada teman-teman saya. Nah, sama teman saya, disebarkan lagi,” imbuhnya.
Hasilnya, banyak yang berusaha menghubungi Farhan. Lantas, dia meminta para korban bertemu di Surabaya.
Dia selalu meminta bertemu di sebuah hotel. “Nah, pas di hotel itu, dia tidak hanya meminta surat lamaran korban, tapi juga meminta sejumlah uang,” ujar Kapolsek Genteng Kompol Yhogi Hadisetiawan.
Farhan menarik harga yang bervariasi kepada setiap korbannya.
Ada yang terjerat hingga membayar Rp 4 juta. Ada juga yang hanya membayar separo.
“Tidak berhenti di situ, dia juga meminta handphone milik korban,” lanjutnya.
Pria pernah bekerja di sebuah salon tersebut ditangkap polisi di salah satu hotel di Surabaya pada Sabtu (1/7) lalu.
“Laporan yang masuk memang hanya tujuh. Tapi, pelaku kelihatannya sudah melakukan penipuan lebih dari itu,” jelasnya.
Farhan mengaku, semua uang yang diperoleh dihabiskan untuk bersenang-senang.
Bagi Farhan, itu adalah kali kedua dirinya masuk bui. Setahun lalu, dia juga menginap di hotel prodeo.
“Dia ini residivis. Kasusnya juga sama,” imbuh mantan Kapolsek Dukuh Pakis tersebut. (bin/c16/fal/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top