HUKUM KRIMINAL

Aziz Sabrang Pernah Terlibat Baku Tembak di Jembatan Suramadu

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Surabaya–Abdul Aziz alias Aziz Sabrang tewas setelah ditembak korbannya yang seorang anggota Kopaska.

Namun, identitas Aziz baru diketahui oleh Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) Polrestabes Surabaya lewat sidik jarinya saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari data yang dimiliki Satreskrim Polrestabes Surabaya, warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Bangkalan, itu adalah residivis sekaligus buronan lawas Polrestabes Surabaya dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
“Aziz bukan orang asing bagi Polrestabes Surabaya. Aziz ini merupakan DPO (buron, Red) kasus curanmor mobil L-300 sebanyak puluhan kali di Surabaya sejak awal 2016. Karena itu, jejak Aziz banyak tertinggal di file dokumen Inafis Polrestabes Surabaya,” terang Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga.
Shinto mengatakan, Aziz tak lain adalah rekan atau anggota komplotan Abdurrahman Soleh alias Qubaisy alias Sadeng yang sudah ditembak mati polisi pada September 2016 lalu.
Aziz pula yang diduga ikut bersama Sadeng saat terlibat baku tembak dengan polisi di Jembatan Suramadu pada Agustus 2016 lalu.
Saat itu, Aziz bersama Sadeng yang bersenjata senapan airgun berhasil melukai AKP Agung Pribadi yang berusaha meringkusnya karena membawa kabur mobil L-300 curian.
“Ada sekitar 88 laporan tentang kejahatan Aziz di kami. Terlebih, laporan terkait pencurian mobil tipe L-300. Mengenai pistol airgun yang ditemukan di lokasi kejadian, kami menduga adalah yang dipakai saat baku tembak itu di Suramadu itu,” ungkap Shinto.
Lain halnya dengan Nafi. Pelaku yang memiliki nama lain Nadih Binto ini baru diketahui identitasnya setelah identitas Aziz muncul.
Namun, polisi belum sempat mengidentifikasi Nafi karena jenzahnya sudah keburu dikebumikan oleh keluarganya di Bangkalan.
Dari informasi yang beredar, Nafi diduga adalah rekrutan baru dari Aziz yang membentuk komplotan curanmor baru dengan sasaran sepeda motor.
Namun, nasib mereka berakhir tragis setelah gagal menyatroni rumah Mayor Tunggul Waluyo yang merupakan anggota pasukan elit TNI AL. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top