SULSELBAR

Dispar Segera Razia Panti Pijat

KOLAKAPOS, Makassar–Kota Makassar masih menjadi magnit untuk pendatang dalam mengadu nasib. Arus urbanisasi pasca lebaran di kota Makassar dikhawatirkan membludak.

Untuk mengantisipasi pembengkakan jumlah penduduk, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata segera turun menggelar razia terhadap para pendatang.
Selain turun razia para pendatang yang bekerja di tempat usaha seperti panti pijat, Dinas Pariwisata juga melakukan pembinaan dan penertiban di refleksi kesehatan. “Iya dalam waktu dekat ini kita akan turun ke lapangan bersama tim penegak perda. Ini dilakukan untuk membina dan menertibkan para pekerja dan pendatang yang mencari kerja seperti di tempat refleksi atau panti pijat,” kata Kabid Pengembangan Potensi Wisata Disperindag Kota Makassar, Andi Karunrung.
Andi Karunrung juga meminta, tempat usaha hiburan seperti pijat dan usaha lainnya diharapkan beroperasi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, seperti mematuhi ketentuan gorden kamar tidak tertutup.
” Dilarang menggunakan daun pintu tertutup. Tetapi menggunakan gorden dengan ketinggian 50 cm dari lantai. Ini harus menjadi perhatian pelaku usaha sesuai aturan (Perda No 5 Tahun 2011),” jelasnya.
Andi Karunrung juga mengatakan, pembinaan dan penertiban akan dilakukan semata kelancaran usaha wisata di kota ini. ” Jadi kalau ada yang melanggar akan ditindaki. Kita harap aturan tetap dijalankan, termasuk penggunaan seragam bagi karyawan di tempat usaha panti pijat,” katanya.
Adapun jumlah industri usaha di Kota Makassar, sebanyak 1.460 yang terdiri, hotel, restoran, billiar, pijat salon, spa, karoke, diskotik, bar dan lain lain. (fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top