KOTA KENDARI

Gerindra Sultra Target Dua Kursi DPR RI

KOLAKAPOS, Kendari–Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sultra menargetkan bisa menduduki dua kursi DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada pemilihan DPR RI 2019 mendatang.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerindra Sultra, Imran. Menurutnya target tersebut berdasarkan setelah adanya penambahan kuata DPR RI Dapil Sultra dari pusat, dari lima kursi menjadi enam kursi.

“Yah kalau bisa dua kursi kan, sekarang kita sudah ada satu. kalau lima kursi bisa kita buru itu apa lagi enam kursi,” katanya Kamis (6/7).

Namun dirinya belum bisa memastikan siapa kader yang akan di dorong untuk maju, sebab keputusan tersebut ada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Kalau kita kan ada mekanisme, termasuk saya tidak bisa saya bilang saya maju, harus disana (DPP. red) yang bilang pak Imran maju,” katanya .

Akan tetapi bila dirinya dimandatkan oleh DPP untuk maju bertarung, Imran mengakui siap. “Kalau siap, siap tapi penentuan siapa yang maju dari DPP,” tandasnya. (k1/b/hen)

Saat Dilantik, Saleh Lasata Mengaku Masi Prihatin.
Kendari KoP
Setelah resmi dilantik Sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Saleh Lasata mengaku dirinya masi dalam suasana Prihatin atas penahanan Nur Alam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

“Ditahannya bapak gubernur kami bapak H. Nur Alam, kami sebenarnya masi dalam suasana yang sangat prihatin,” katanya. Kamis (6/7).

Namun dirinya mengakui, bahwa mandat sebagai Plt Gubernur harus segera di terima. sebab agar tidak terjadi kekosongan.

“Kami juga menyadari bahwa roda pemerintahan tidak boleh berhenti dan harus berjalan oleh karna itu kami mengucapkan terima kasih kepada bapak menteri yang melimpahkan kewenangan ini kepada kami,” terangnya.

Mantan Bupati Muna tersebut berdoa agar dirinya dapat menjalankan tugasnya sebagai pengganti Nur Alam dengan baik.

“Mudah-mudahan kami bisa melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya dalam kurun waktu sampai dengan februari 2018,” tuturnya.

Olehnya itu dirinya berharap agar semua pihak terutama menteri Dalam Negeri dapat mendukung dan mengarahkan apa yang harus dilaksanakan.

“Tugas ini bukan sembarangan tugas maka kami memohon bimbingan dari mentri dari dirjen terutama dirjen otonomi daerah batas-batas mana kewenangan yang kami jalankan dan kewenangan mana yang harus kami laporkan kepada mentri dalam negeri,” tandasnya (k1)

Saleh Lasata Siap Meneruskan Visi Misi Nusa.
Kendari KoP
Plt. Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Saleh Lasata mengaku siap meneruskan pembangunan yang menjadi visi dan misi Nur Alam-Saleh Lasata (Nusa).
Dirinya mengaku apa yang menjadi program-program Nusa baik yang sudah berjalan maupun belum akan terus dilaksanakan dan diselesaikan.
“visi dan misi kami harus kita sama-sama selesaikan sampai dengan akhir masa jabatan yaitu februari 2018,” katanya.
Olehnya itu dirinya mengajak kepada para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk sama-sama bekerja untuk dapat melanjutkan program yang masih tersisa sampai dengan 2018.
“Kemudian kepada saudara-saudara SKPD bahwa pelimpahan ini bukan berarti tugas bapak gubernur kita sudah selesai tetapi ini sampai dengan menunggu proses ingranya proses hukum yang berlaku. Dan saya sangat mengharapkan bahwa kepada semua pimpinan SKPD untuk selalu melaksanakan tugas,” katanya.
Dia juga meminta kepada Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Sultra dan Pimpinan daerah Kabupaten/Kota untuk sama-sama mendorong kemajuan Sultra.
“Demi kian pula kepada pimpinan DPRD dan anggota dan para pimpinan daerah kami mohon bantuan, tentu dengan tidak saling mencampuri tugas kita masing-masing bahwa koordinasi harus berjalan dan semua pelayanan publik juga harus tetap berjalan,” tuturnya (k1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top