SULSELBAR

Penerimaan PPDB, DPRD Dipenuhi Konstituen

KOLAKAPOS, Makassar–Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar sudah dua hari ini dipadati oleh konstituen.

Kedatangan mereka tidak lain adalah untuk meminta bantuan kepada legislator yang duduk di komisi yang khusus mengurusi bidang pendidikan, agar anak atau keluarga mereka dapat diluluskan di sekolah favorit di Makassar.
Anggota Komisi D DPRD Makassar, Basdir mengakui hal tersebut. Menurutnya, banyak masyarakat yang menemui legislator selama masa pendaftaran calon siswa baru dibuka.
“Ada, termasuk saya didatangi. Namun saya hanya memberi penjelasan ke orang tua siswa kalau proses pendaftaran dilakukan secara online dan tidak bisa dimanipulasi,” ucapnya saat ditemui di Gedung DPRD Makassar.
Legislator Demokrat itu-pun mengaku, seleksi masuk sekolah negeri berlangsung sangat ketat tidak ada lagi celah untuk masuk dengan lewat jendela (Letjen), apalagi pengelolaan sekolah untuk tingkat SMA sudah diambil alih oleh pemerintah provinsi. ” Alhamdulillah setelah dijelaskan, mereka dengan sendirinya paham, justru kami meminta kepada orang tua untuk turut mengawasi seleksi penerimaan siswa baru ini,” katanya.
Sementara itu, anggota Komisi D lainnya, Hamzah Hamid, mengatakan, kalau DPRD terus mengawasi secara ketat proses penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah.
“Tidak ada kepala sekolah yang boleh main-main, termasuk melakukan transaksi jual beli bangku di sekolah,” ucapnya.
Ketua Fraksi PAN juga menuturkan, akan memeriksa kembali absensi siswa setelah masuk proses pembelajaran, untuk memastikan tidak ada lagi siswa bodong atau siswa yang masuk diluar jalur resmi yang ada.
“Kita akan cek absensinya kalau sekolah sudah aktif belajar, nanti akan kita lihat kalau ada sekolah yang jumlah siswanya melebihi kuota yang telah ditentukan maka perlu dipertanyakan. Pasti ada yang tidak beres dalam penerimaan tersebut,” tutupnya.
Di tempat terpisah, sejumlah orang tua siswa mengaku bingung dan merasa diberatkan pada pendaftaran penerimaan siswa baru di beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Salah satu orang tua calon siswa yang berdomisili di Jalan Toddopuli Abidin mengatakan, ia sangat sulit mendaftarkan anaknya. Awalnya ia mendaftarkan anaknya pada SMPN 13 Makassar Jalan Tamalate 8 melalui jalur domisili. Namun pihak sekolah menjelaskan, kalau alamat rumah mereka tidak masuk kecamatan untuk jalur domisili. “Sebelumnya saya daftar di jalur reguler tapi ditolak. Padahal saya bertempat tinggal tidak jauh dari sekolah,” jelas Abidin saat ditemui disela sela pendaftaran anaknya melalui jalur reguler, kemarin.
Tidak hanya sampai disitu, Abidin kembali kecewa setelahmendaftarkan anaknya melalui jalur reguler. Lagi-lagi anaknya ditolak dikarenakan nilainya tidak mencukupi dari standar yang ditentukan. ” Mendaftar domisili tidak bisa, reguler katanya nilainya tidak cukup. Nilai anak saya katanya kurang dibelakang komanya. Anak makin sulit bersekolah, masa ada sekolah dekat rumah harus sekolah jauh jauh. Ini aturan makin mempersulit saja,” keluh Abidin.
Hal serupa juga dirasakan salah satu orang tua calon siswa, Dg Caya. Dg Caya mengaku beralamat di Jalan Andi Tonro dan mendaftarkan anaknya di SMPN 3 Jalan Baji Gau. Hanya saja, kuota untuk jalur domisili menurut pihak sekolah sudah penuh. ” Saya daftar anakku awalnya jalur domisili, tapi waktu mau mendaftar dikasih tahu kalau sudah penuh. Masa belum pengumuman sudah penuh, terpaksa saya mau pergi daftar di SMPN 18 Hartaco karena nilainya masuk disana,” jelas Dg Caya.
Saat dikonfirmasi ke pihak panitia, tidak satupun panitia pendaftaran yang berkenan mengklarifikasi.(fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top