BERITA UTAMA

SPDP Penembakan Mulai Dilimpahkan ke Kejari

Terkait Polisi Tembak Warga di Tampo hingga Tewas

KOLAKAPOS, Raha–Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna telah menerima surat perintah dimulai penyidikan (SPDP) perkara penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi Brigadir A terhadap warga Tampo kecamatan Napabalono kabupaten Muna, Laode Sihu (43) yang tewas mengenaskan bersimbah darah pada Jumat, (16/6) lalu.
Pasalnya, SPDP tersebut masuk di Kejaksaan pada Kamis, (6/7) pagi. Dengan demikian Kejari Muna melakukan pemantauan terhadap pengembangan penanganan perkara yang ditangani oleh penyidik polres Muna ini.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muna, Badrut Tamam mengatakan dalam surat SPDP tertanggal 3 Juli 2017 itu, tersangka Brigadir A dikenakan pasal berlapis oleh penyidik Polres Muna yakni tersangka dikenakan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan matinya orang dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, dan pasal 39 KUHP. tentang kelalaian yang menyebabkan matinya orang, dengan ancaman hukaman 5 tahun penjara.

Lanjut Ia mengatakan, dengan masuknya SPDP tersebut dimeja kejaksaan, dirinya langsung menunjuk dua orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menangani perkara ini. “Perkara ini adalah perkara penting,” ujarnya pada wartawan Kamis, (6/7) siang.

Pria tegap berdarah Madura ini juga mengatakan pihaknya membuka ruang konsultasi buat penyidik Polres Muna supaya perkara itu cepat selesai ditangani. Namun sayang, Badrut Tamam tidak dapat memberikan penjelasan terkait materi perkara penembakan itu. Sebab penyidik Polres Muna hanya sebatas menyerahkan SPDP tanpa menyerahkan berkas perkara. “Kita tidak bicara materi. Karena berkas perkaranya belum dilimpahkan ke Kejaksaan. Seharusnya berdasarkan aturan penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan agar jaksa dapat melakukan penelitian berkas perkara. Apakah perkara ini sudah lengkap atau ada hal-hal lain yang perlu ditambahkan. Ini perkara penting, jadi harus diproses sesuai aturan,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Fitrayadi saat di Konfirmasi Wartawan Kolaka Pos via celulernya, membenarkan jika berkas perkara tersebut belum meraka masukkan ke Kejari Muna. “Belum masuk memang berkasnya, besok atau lusa kita kasi masuk berkas perkaranya,” ucapnya.

Dikesempatan ini, Fitrayadi juga merespon permintaan DPRD Muna terkait keterbukaan penyidik polres Muna dalam melakukan penanganan perkara. “Penanganan perkaranya tidak ada pengecualian polisi dengan masyarakat. Tahapan-tahapan penyidikan semua kita lalui. Kemudian tersangka ditangkap dan ditahan, kemudian sudah ada penetapan tersangka. Kemudian besok atau lusa perkaranya kita akan limpahkan ke Kejaksaan,” terangnya. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top