EKOBIS

Busana Muslim Dongkrak Industri Fashion

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Surabaya–Pertumbuhan industri fashion harus terus dipacu untuk meningkatkan daya saing dan produktivitasnya.

Pasalnya, industri fashion menjadi ujung rantai industri tekstil yang memiliki nilai tambah yang tinggi.

Saat ini, industri fashion merupakan salah satu dari 16 kelompok industri kreatif.

Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Timur Denny Djuardi menyatakan, pertumbuhan industri fashion di Jatim hingga kini di atas 30 persen.

Hal tersebut dapat dilihat dari animo masyarakat yang selalu antusias dalam setiap peragaan busana.

Di Jatim, sangat banyak sekolah fashion yang dibuka. Misalnya, Ubaya dan Universitas Ciputra.

”Perkembangan desainer muda dan kreatif juga banyak bermunculan sekarang,” katanya.

Perkembangan tren fashion entrepreneur yang makin inovatif menjadikan industri fashion terus melesat.

Dia menyampaikan, industri fashion di Jatim amat ditunjang busana muslim.

Menurut dia, busana muslim sudah menjadi tren sebagai pakaian yang modis dan modern.

Meskipun bisnis fashion di Jawa Timur cukup cemerlang, Denny mengakui belum menjangkau pasar ekspor.

”Sebab, melayani order dalam negeri saja sudah kewalahan,” tambah Denny.

Namun, tidak tertutup kemungkinan, APPMI Jatim akan mencari pasar di luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top