SULSELBAR

15 Ribu CJH Berangkat dari Embarkasi Makassar

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didampingi Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury meninjau mock up pesawat Garuda usai peresmian di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Mock Up Pesawat Garuda Indonesia yang dibangun di Asrama Haji Sudiang ini, berkapasitas 90 orang sebagai wahana belajar bagi para calon jemaah haji yang berangkat melalui embarkasi Makassar.

KOLAKAPOS, Makassar–Sekira 15 ribu Calon Jemaah Haji (CJH) dari delapan provinsi di Indonesia akan diberangkatkan dari Embarkasi Makassar. Mereka akan dibagi dalam 35 kloter.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sulsel, Abdul Wahid Tahir, mengungkapkan, kloter pertama akan masuk asrama haji pada 27 Juni nanti, dan pada 28 Juni akan menuju Madinah. Menurutnya, pemantauan pengawasan haji Embarkasi Makassar merupakan yang terbaik di seluruh Indonesia, berkat bimbingan arahan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.
“Kami akan memberangkatkan CJH sebanyak 15 ribu lebih yang berasal dari delapan provinsi, serta dibagi 35 kloter,” jelas Abdul Wahid, di sela-sela peresmian mock up pesawat terbang di Asrama Haji Sudiang, Rabu (12/7).
Terkait biaya yang dibutuhkan untuk membangun hanggar dan mock up tersebut sebesar Rp4 miliar lebih, yang berasal dari sejumlah perbankan.
Sementara, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, menyatakan, asrama haji ini sudah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang sudah mendukung CJH. Masih banyak CJH sudah pernah naik pesawat, tapi banyak pula yang belum. Dengan mock up ini, mereka bisa diberikan pembelajaran untuk di pesawat. Seperti menggunakan air sewajarnya.
“Untuk daftar tunggu jemaah haji di Sulsel mulai 15 sampai 35 tahun,” ungkapnya diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (13/7).
Dalam kesempatan itu, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, usai meresmikan hanggar dan mock up pesawat, mengatakan, pemerintah memfasilitasi berbagai hal, sehingga CJH memiliki wawasan dan pengetahuan cukup untuk menyelenggarakan tahapan haji. Mock up ini sesuatu yang penting, karena berdasarkan pengalaman, faktor jamaah berada di pesawat pengaruhnya cukup besar.
“Banyak hal yang terus diupayakan dan tekankan kepada CJH, tapi yang utama adalah kesadaran bahwa kita sedang mengerjakan ibadah ini yang penting,” pungkasnya. (fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top