METRO KOLAKA

Dua Rumah Tidak Layak Huni Di Kolaka Dibedah

Kegiatan Bedah Rumah tidak layak huniFOTO:Mirwanto/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Dua rumah milik warga tidak mampu tidak layak huni mendapat bantuan untuk di bedah pada Jumat (14/07). Satu rumah berada di Kelurahan Kolakaasi milik seorang nenek tua bernama Ija yang memang sudah sangat tidak layak huni yang hanya beratapkan daun rumbia dan sudah reot.

Dalam waktu sekejap rumah reot itu kemudian dibongkar dan dirubuhkan dengan semangat gotong royong warga sekitar dibantu Pemuda Karanag Taruna, TNI dan Pemerintah aparat setempat untuk kemudian dibangunkan rumah baru.

Hal yang sama juga terjadi di rumah milik Abdul Hamid Ali di Kelurahan Lamokato. Rumah yang berdinding papan tersebut kemudian dibongkar secara gotong royong oleh warga sekitar. Sebelumnya rumah dengan ukuruan 5 x 7 m satu KK dengan jumlah 7 jiwa.

Bantuan bedah rumah tersebut merupakan Program dari Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), H. Abbas dalam program berbasis Aplikasi bernama SIMPERA (Sistem Informasi Managemen Perumahan Rakyat Mandiri). Kata Abbas Program tersebut merupakan salah satu cara untuk mewujudkan warga memiliki rumah layak huni.

“Di Kolaka itu ada dua masalah besar perumahan yaitu Baglock atau Ketersediaan hunian dimana lebih banyak jumlah Kepala Keluarga daripada Jumlah Rumah, kedua yaitu mayarakat sudah punya rumah tapi tidak layak huni, nah inilah kita coba selesaikan permsalahan ini dengan sistem SIMPERA ini dengan membentuk kelompok masyarakat pemerhati rumah mandiri atau Pokmas Harum Mandiri ditiap kelurahan,” papar Abbas.

Lanjut Abbas maka masyarakat terlibat langsung menyelsaikan permasalahan perumahan tersebut dengan cara melakukan pendataan langsung dilapangan kemudian melaporkannya dan menguploadnya ke aplikasi Simprera tersebut, sehingga bisa diketahui langsung jumlah, lokasi dan siapa masyarakat yang belum memiliki rumah dan ataupun sudah meimiliki rumah namun tidak layak huni, yang kemudian bisa ditindaklanjuti.

“Intinya inikan pelibatan masyarakat, semangat gotong royong, mereka sendiri yang melaporkannya dan ini juga bisa langsung mencari solusinya kepada pemerintah atau pihak luar yang bisa membantu, sistem ini juga diharapkan bisa menjadi model nasional nantinya. Karena kebetulan ini juga merupakan program gagasan diklat rapim kami,” ujarnya.

Abbas menambahkan berdasarkan data sementara Kabupaten Kolaka kekurangan hunian atau Backlog sekitar 22. 900 unit sementara yang tidak layak huni sekitar 5.800 rumah.

“Alhamdulilah melalaui sitem ini Beberapa pihak swasta meresponnya termasuk PT. Antam mau membantu dan terlibat melalui program CSRnya, hari ini dua rumah dulu kita bedah, selanjutnya Antam bersedia bekerjasama untuk menyelesaikan yang 5800 rumah tidak layak huni itu,” terangnya.

Sementara itu, Nur Hakim Mampa, VP CSR Pt. Antam Tbk. UBPN Sultra mengatakan program tersebut merupakan program yang bisa menyelesaikan masalah perumahan di Kolaka.

“Progam ini bisa menyelsaikan permasalahan perumahan di Kolaka dan sangat membantu masyarakat yang tidak mampu, tentunya ini juga sejalan dengan komitmen program CSR dalam perusahaan kami, program ini juga sangat baik Karena melibatkan tiga unsur yaitu Masyarakat, pemerintah, dan badan usaha sendiri,” jelas Nur Hakim Mampa. (cr4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top