SULSELBAR

28 KK di Maccini Parang Kehilangan Tempat Tinggal

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang menghanguskan 12 rumah, di Jl Kesatuan, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar.

KOLAKAPOS, Makassar–Sekira 28 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Maccini Parang, harus kehilangan tempat tinggal. Rumah mereka hangus terbakar, Minggu (16/7).
Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.45 Wita, menghanguskan 25 rumah yang dihuni 116 jiwa dan 28 KK. Diperkirakan, api bersumber dari rumah warga Bahara Gandi, yang sehari-hari berjualan gorengan.
Selain rumah, api juga melahap satu unit motor Honda Beat yang terparkir di dalam rumah saat kebakaran terjadi. Ditaksir, kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Saat kebakaran terjadi, warga menghubungi 112 dan Pemadam Kebakaran (Damkar) yang kemudian menurunkan 26 armada dan 130 petugas Damkar dari empat posko. Masing-masing Posko Induk, Carester, Posko Utara, dan Timur.
“Ada tiga sampai empat mobil kecil yang masuk ke lorong, mendekati sumber api. Selebihnya berada di luar menyuplai air,” terang Kepala Bidang Operasi, Hasanuddin diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (17/7).
Padatnya rumah warga dan lokasi yang berada di tengah-tengah lorong menjadi tantangan bagi petugas Damkar saat mengendalikan api. Ditambah kerumunan warga yang memadati lokasi kebakaran dirasakan cukup menyulitkan petugas saat memadamkan kobaran api.
“Sekitar 45 menit api berhasil dipadamkan. Itu sudah termasuk proses pendinginan,” terangnya.
Kurang dari dua jam pasca kebakaran, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, mengunjungi lokasi kebakaran di Jalan Kesatuan III, dan Jalan Kemauan V RT 04/RW 06, Kelurahan Maccini Parang. Ia memastikan warga yang menjadi korban mendapatkan penanganan yang tepat dari dinas terkait.
“Pemerintah kota segera menurunkan bantuan. Tadi sudah ada bantuan terpal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Nanti malam Dinas Sosial membuka dapur umum selama tiga hari,” kata Danny. (fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top