KONAWE SELATAN

DPKH Periksa Kesehatan Sapi Potong Sebelum Dijual

Kepala Dinas PKH Syamsul (Batik) bersama dokter hewan saat mengambil sampel darah sapi potong sebanyak 16 ekor yang akan dikirim ke makassar.FOTO:Saprudin/Kolaka Pos.

KOLAKAPOS, Andoolo–Sejak ditetapkan sebagai sentra sapi potong dan wilayah sumber bibit sapi Bali oleh Kementerian Pertanian RI beberapa waktu lalu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) kini mulai mengirim sapi potongnya, diantaranya Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal tersebut terbukti, dengan banyaknya para pedagang sapi yang ramai mengurus surat rekomendasi pengeluaran sapi di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Konsel, untuk dikirim keluar daerah.

Kepala Dinas PKH Konsel Syamsul mengungkapkan, sebagai sentra sapi potong dan wilayah sumber bibit sapi bali. Bagi pedagang sapi dari luar Daerah, wajib bermohon ke Dinas untuk mencari berdasarkaan kuota yang diusulkan.

“Contohnya usulan pedagang sapi 100 ekor, maka kita tetapkan 100 ekor, dengan menetapkan beberapa wilayah untuk mencari sapi potong yang dibutuhkan, misalnya Landono 20 ekor sapi, kemudian Kecamatan lain juga 20 ekor hingga seterusnya,” jelasnya.

Setelah itu lanjut dia, jika kuota sudah terpenuhi maka sebelum pedagang melakukan pengiriman keluar daerah sapi potong tersebut, akan diperiksa petugas kesehatan hewan. Sebelum dikeluarkan rekomendasi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), oleh Dokter Hewan setempat.

“Sebelum pemberangkatan, kita kembali lagi memeriksa kesehatan hewan tersebut untuk memastikan sapi tersebut tidak sakit. Dan tidak ada sapi betina produksi yang dikirim keluar, pasalnya setelah adanya MoU dengan Polda Sultra dan Dinas Pertanian dan Peternakan, UU 41 tahun 2014 tentang pemotongan sapi betina produktif,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, atas UU 41 tersebut maka ada pengawasan yang dilakukan terhadap sapi betina produktif. Selanjutnya ketika pemeriksaan kesehatan mengatakan negatif, dari penyakit maka pedagang bisa mendapatkan rekomendasi SKKH.

“Untuk pemeriksaan sampel darah hewan tersebut, hanya berlangsung selama dua sampai tiga jam saja. Jadi jika ada yang tidak sehat maka sapi tersebut tidak diperbolehkan untuk dikirim, pemeriksaan kesehatan ini juga merupakan salah satu SOP dari Dinas PKH Konsel. Untuk memastikan sapi potong yang akan dikirim terbebas dari penyakit,” ungkapnya. (k5/hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top