HUKUM KRIMINAL

Kepergok di Hotel Siang Hari, Ngakunya Bersama Istri Muda

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Kendal–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kendal, Jateng, menggelandang sembilan pasangan mesum, Senin (17/7) siang. Mereka ditangkap di dalam hotel.
Selain mengamankan sembilan pasangan mesum, petugas juga mengamankan empat anak punk yang sedang meminta-minta di jalanan Sukorejo.
Razia pekat dilakukan oleh belasan petugas satpol PP Kabupaten Kendal dengan sasaran hotel yang disinyalir kerapkali digunakan sebagai tempat mesum berada di wilayah atas.
Dalam kesempatan itu, petugas mendatangi hotel Asri Podomoro yang berada di wilayah Kecamatan Pageruyung.
Satu per satu kamar diperiksa, dan petugas menemukan sembilan pasangan mesum yang sedang berasyik ria di kamar hotel.
Bahkan salah satu pasangan mesum sempat mengaku sudah menikah siri dengan pasangannya. Namun saat didesak petugas, pria hidung belang tersebut akhirnya mengakui jika keduanya belum menikah siri.
Tak hanya itu, petugas kembali memeriksa kamar-kamar yang disewa tamu hotel dan menemukan pasangan remaja di dalam kamar.
Saat ditanya dan diminta kartu identitas, pasangan mesum mengaku tidak membawa kartu identitas. Mereka mengaku menyewa kamar hanya untuk istirahat sehabis pergi jalan-jalan.
Sedangkan di kamar lantai atas petugas juga menemukan pasangan mesum yang hendak bersembunyi.
Pasangan yang bukan suami istri ini sempat menolak diperiksa petugas, bahkan si cewek berusaha menghindar dari petugas dan mencoba bersembunyi di dalam kamar mandi. Namun petugas berhasil menghalau dan membentaknya.
“Istri muda Pak, tapi belum dinikahi. Capek dari Salatiga, di sini cuma istirahat dan ngga ngapa-ngapain,” kata pria inisial Tuk, salah satu dari pasangan mesum.
Kasi Dal Ops Satpol PP Kendal, Puji Sumaryono, mengatakan, razia Pekat ini sasarannya adalah sesuai dengan laporan masyarakat, yakni hotel-hotel yang selama ini dianggap digunakan untuk mesum dan tempat pelacuran.
“Mereka kami data dan bina agar tidak mengulangi kembali perbuatan zina yang dilarang agama dan melanggar Perda. Empat anak punk ini kan dikirim ke panti rehabilitasi anak mandiri di Semarang,” kata dia.(jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top