BERITA UTAMA

Mahasiswa Demo Tuntut Hentikan Aktivitas Pengangkutan Ore Perusda di Jalan Umum

KOLAKA POS, Kolaka — Karena dianggap melanggar aturan dan membuat jalan raya propinsi rusak,licin dan berdebu akibat aktivitas pengangkutan ore milik Perussahaan Daerah (Perusda) Kolaka di jalan poros propinsi Desa Tambea Kecamatan Pomalaa, puluhan Puluhan mahasiswa Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka itu yang tergabung dalam Pusat Studi Mahasiswa (PSM) Kolaka melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kolaka Selasa (19/7). Aksi sempat memanas ketika mahasiswa hendak memasuki gedung DPRD tersebut.

Awalnya aksi protes mahasiswa itu berjalan aman di halaman gedung DPRD Kolaka. Bebererapa dari mereka menggelar orasi secara bergantian menyuarakan tuntutannya, bahkan membakar ban bekas.Namun saat hendak memasuki gedung dprd, aksi puluhan mahasiswa ini sempat memanas, karena terjadi aksi dorong-dorongan dengan petugas polisi pamong praja. Mahasiswa mendesak untuk segera masuk ke gedung DPRD Kolaka tersebut. Dan buntutnya salah satu mahasiswi peserta aksi sempat pingsan, akibat dorong-dorongan tersebut. Meski demikian aksi mahasiswa kemudian diterima oleh komisi III DPRD Kolaka.

Dihadapan anggota dewan mahasiswa, menyuarakan tuntutannya terkait aktivitas pengangkutan ore nikle milik perusda di desa Tambea, yang telah melanggara aturan dengan menggunakan jalan propinsi dan membuat jalan menjadi rusak, licin dan berdebu. Mereka menuntut agar aktivitas tersebut segera dihentikan dan mengusut pelanggaran tersebut.

“Berdasarkan ketentuan pasal 1 angka 5 dan 6 UU no. 38 tahun 2004 tentang jalan sangat jelas bahwa jalan umum diperuntukkan untuk lalu lintas umum dan bukan untuk kepentingan Badan Usaha , sehingga seharusnya pengangkutan ore nikel tidak menggunakan jalan umum tapi harus menggunakan jalan khusus,” papar Hendra, korlap dalam aksi tersebut dihadapan anggota DPRD.

Wakil ketua komisi III, Rusman yang memimpin rapat aspirasi menyatakan itu akan mengawal aksi mahasiswa tersebut dan sudah meresposnya. “Sejak kemarin kita sudah meresponnya bahkan sudah membuat jadwal untuk RDP terkait masalah ini, jadi jangan kira kami tidak mengawalnya,” ungkap legislator Demokrat tersebut.

Sementara itu plt Direktur Perusda, Haning Abdullah yang dihadirkan untuk menjawab aksi mahasiswa tersebut mengakui jika pihaknya belum negantongi izin dan masih dalam proses pengurusan izin penggunaan jalan , dan untuk sementara pihaknya sudah menutup kegiatan pengangkutan ore tersebut.

“Kami akui itu, teman-teman mahasiswa benar, kami akui belum memiliki izin, masih dalam proses, makanya kita sudah hentikan, dan sudah memerintahkan mitra kami untuk bersihkan jalan itu,” terangnya. Usai mendengar penjelasan tersebut, para mahasiswa kemudian meminta DPRD untuk mengawal kasus pelanggaran tersebut. (cr4/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top