EKOBIS

Produksi Kopi Arabika Menggiurkan, Ini Langkah Mentan

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Jakarta–Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya menggenjot produksi kopi Indonesia, khususnya jenis arabika.

Hal ini berdasarkan pada tren harganya yang kini naik hingga dua kali lipat.

Mentan Andi Amran Sulaiman memastikan bakal melakukan peningkatan varietas arabika.

Cara selanjutnya yang dilakukan Kementan ialah mengirimkan delegasi ke Vietnam, mengingat negara tersebut menjadi negara penghasil kopi arabika terbesar kedua di dunia.

“Satu delegasi empat atau enam orang, khusus di sana melihat produktivitasnya. Produktivitas mereka 2,5-tiga ton per hektare, tertinggi di seluruh dunia,” sambung Menteri Amran.

Dengan dua strategi tersebut, Kementan menargetkan produktivitas kopi dapat meningkat dari 0,6 ton per hektare menjadi satu ton/hektare.

“Kami ingin bertengger pada posisi dua dunia,” ungkapnya.

Posisi Indonesia diketahui sebagai negara keempat terbesar penghasil kopi di bawah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. (jpnn)
“Kami tingkatkan populasi arabika. Kan replanting nih, kami turunkan robusta komposisinya,” ujarnya di Kementan, Jakarta Selatan Selasa (18/7).

Menurut dia, petani Indonesia tidak menaruh perhatian terhadap varietas arabika.

Di petani Indonesia, lanjut Amran, lebih memopulerkan menanam varietas robusta.

Tercatat, produksi robusta mencapai 90 persen dari total tanaman kopi yang dihasilkan petani Indonesia.

Dalam mendorong produktivitas arabika, Kementan pun berencana meningkatkan anggarannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top