HUKUM KRIMINAL

Pengusaha Rental Kebobolan Delapan Mobil

Para pengusaha rental mobil, tampaknya, harus meningkatkan kewaspadaan.
Seorang pengusaha rental bernama Miftahul Anam Agune mengaku kehilangan delapan mobil.
Dia tertipu modus meminjam mobil untuk perusahaan.
Anam menyatakan, seluruh mobil yang disewa terduga pelaku telah jatuh tempo sejak Mei.
Delapan mobil tersebut berjenis multi purpose vehicle (MPV). Yakni, dua Toyota Innova, tiga Toyota Avanza, dua Daihatsu Xenia, dan satu Honda Mobilio.
Empat mobil bernopol Surabaya dan empat lainnya bernopol Sidoarjo.
Dia mengungkapkan, pelaku mengaku sebagai seorang pengusaha pakan ayam.
Perusahaannya berada di kawasan Bungurasih. “Sebelum memberikan mobil, kami survei dulu lokasi usahanya. Memang di situ ada usaha yang dia sebutkan,” kata Anam.
Namun, pria 29 tahun itu tak mencermati secara detail latar belakang pelaku. Warga Jombang yang ngekos di area Siwalankerto, Wonocolo, tersebut mengaku mengenal pelaku sejak awal 2017.
Awalnya, pelaku menyewa dua mobil selama tiga bulan. Alasannya, mobil tersebut digunakan untuk keperluan operasional usahanya.
“Tiga bulan awal dia bayarnya lancar. Jadi, saya nggak curiga,” ucap Anam.
Rental mobil yang dikelola Anam menggunakan sistem bulanan. Tiap mobil dipatok dengan harga Rp 5-8 juta per bulan.
Tempat usahanya berlokasi di kawasan Tropodo, Sidoarjo.
Anam yang telanjur percaya kepada terduga pelaku lantas dengan mudah meminjamkan delapan mobil rental tersebut.
“Alasannya juga sama mas, keperluan operasional,” ungkapnya.
Dia baru merasa tertipu setelah dua bulan hilang kontak dengan pelaku.
Anam pun sempat mencari pelaku ke kantor dan rumahnya. Hasilnya nihil.
Dia sempat bertemu dengan istri pelaku. Namun, dia belum mendapat petunjuk mengenai keberadaan pelaku.
“Istrinya bilang, waktu Lebaran hanya sempat berkomunikasi via chat,” ujar Anam.
Saat mendatangi rumah orang tua pelaku, dia semakin terkejut karena pelaku ternyata menghilang sebulan sebelum bulan puasa.
Saat dihubungi Jawa Pos, Anam baru berencana melaporkan kasus tersebut hari ini (18/7) kepada polisi.
Dia sengaja memublikasikan kasusnya ke media sosial lebih dulu karena memiliki daya ledak isu yang cukup besar.
“Saya posting dulu di medsos, siapa tahu ada yang kenal dan mau membantu. Besok saya akan lapor polisi,” tutur Anam.
Ketika dimintai konfirmasi secara terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela menyatakan, dirinya akan berkoordinasi dengan anggotanya untuk melakukan penyelidikan awal.
Tentu setelah korban melengkapi berkas laporan. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top