METRO KOLAKA

Desa Konaweha Rawan Abrasi

Kepala desa Konaweha, Hastu, saat memantau lokasi yang terkena dampak abrasi.FOTO:ist/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Abrasi di desa Konaweha, kecamatan Samaturu, sudah pada titik mengkawatirkan. Namun, hingga kini kondisi tersebut belum tertangani. Bahkan pembuatan talud sepanjang 900 meter pada 2010 lalu, sudah mulai mengalami kerusakan.
“Ada sekitar 20 meter lebih talud yang jebol. Dikhawatirkan kerusakan akan terus terjadi, jika tak segera dibenahi. Apalagi sekarang ketinggian gelombang terus meningkat,” ujar kepala desa Konaweha, Hastu, yang ditemui di lokasi abrasi.
Menurut Hastu, penyusutan area pantai merupakan dampak yang paling jelas dari abrasi. Gelombang dan arus laut yang biasanya membantu jalur berangkat dan pulang nelayan, ataupun memberi pemandangan dan suasana indah di pinggir pantai kemudian menjadi mengerikan. Hantaman-hantaman kerasnya pada daerah pantai dapat menggetarkan talud dan tanah, sehingga keduanya perlahan akan berpisah dari wilayah daratan dan menjadi bagian yang digenangi air.
“Seharusnya ada pemecah ombak yang dibangun agak keluar dari bibir pantai, yang berfungsi untuk memecahkan ombak dengan menyerap sebagian energi gelombang, sehingga arus yang sampai ke pantai menjadi tidak besar. Jadi resiko kerusakan pantai atau abrasi pantai dapat diperkecil. Karena rata-rata di daerah pesisir menggunakan itu (pemecah ombak, red),” imbuhnya.
Hastu berharap, agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi tersebut. Apalagi di lokasi terlihat beberapa pohon kelapa rebah karena terkikis air, hal itu tentunya membuat sebagian warga desa menjadi cemas. (cr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top