BERITA UTAMA

Jika Investor Tidak Bangun Pabrik Gula–Pemkab Konsel Ancam Cabut Izin Perusahaan

KOLAKAPOS, Jakarta–Pasangan Bupati-Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel), Surunuddin-Arsalim gerah dengan janji-janji manis investor, yang katanya akan membuat pabrik gula di wilayah itu.

Klimaksnya, duet pemegang kebijakan tertinggi di Konsel itu mengancam akan melakukan berbagai upaya yang legal, untuk mencabut izin sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang produksi gula tebu. Dalam rapat yang dihelat di Kementerian Pertanian (Kemenpan), tepatnya ruang rapat Dirjen Perkebunan.

Kemarahan tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya Surunuddin-Arsalim menilai investor gula yang memiliki izin usaha di Konsel, hanya main-main dimana perusahaan menguasai lahan ribuan hektar dalam waktu bertahun-tahun, namun hingga saat ini tidak ada lahan yang diolah, begitu juga dengan janji membangun pabrik gula yang belum terealisasi. “Jika, belum ada perubahan. Kita berupaya izinnya (perusahaan gula) kita cabut,” tegas Surunuddin dalam forum rapat dihadapan sejumlah perwakilan perusahaan pemilik izin di Konsel yang dipimpin langsung oleh Dirjen perkebunan, Ir. Bambang., MM.

Yang jadi objek penderita, kata Surunuddin adalah warga Konsel yang bermukim disekitar lokasi lahan tidur, milik perusahaan yang sama sekali tidak bisa memanfaatkan lahan tersebut, karena merujuk pada aturan hukum yang ada terkait izin tersebut. “Harusnya tanahnya bisa diolah, bercocok tanam, tapi karena bukan milik mereka lahan itu diabaikan,” ungkap Surunuddin.

Hal senada diungkapkan Wakil Bupati, DR H Arsalim Arifin, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut. Ia menekan investor untuk tidak hanya selalu buat janji terkait penggunaan lahan dan pembangunan pabrik. “Jangan hanya janji terus, karena semakin lama semuanya hanya jadi angan-angan belaka,” katanya.

Mantan Kepala Bappeda Konsel ini, juga menyoroti lemahnya perhatian Pemerintah pusat terhadap masalah yang terjadi di Konsel tersebut. “Kemenpan, lewat Direktorat Jenderal Perkebunan mestinya menyikapi ini. Pertemuan seperti sekarang (kemarin), sudah beberapa kali kami lakukan di daerah, tetapi tidak pernah ada tindakan riil oleh pihak investor,” ungkapnya.

Pemkab Konawe Selatan, kata Arsalim akan berupaya keras mengeliminir hal-hal yang jadi alasan investor main-main dengan Izin yang dimilikinya. Sejumlah alasan yang membuat investor urung berinvestasi seperti kurangnya lahan untuk pembangunan pabrik, pasokan Tebu sebagai bahan baku pembuatan gula akan menjadi perhatian serius Pemda.

“Kita akan upayakan pinjam pakai hutan produksi, memanfaatkan plasma dilahan eks transmigrasi, agar volume pasokan Tebu nantinya bisa memenuhi permintaan pabrik, jadi kita akan siapkan kekurangan lahan yang mencapai 12 ribu hektar,” terangnya.

Terkait dengan masalah tersebut, Dirjen perkebunan Ir Bambang, MM langsung mengultimatum pihak perusahaan, lewat perwakilannya yang hadir yaitu PT Tiran Sulawesi, PT Kilau Indah Cemerlang, PT Marketing selaras dan PTPN XIV. Alhasil, nota kesepahaman atau MOU disepakati dalam forum tersebut.

“Intinya, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan, bersama Pemerintah Provinsi, Kabupaten Konawe Selatan dan pihak investor akan bersinergi dan menargetkan pada tahun 2019, pabrik gula harus berdiri dan beroperasi di Konsel lewat pembentukan tim percepatan pembangunan pabrik gula,” jelas Bambang.

Pertemuan rutin tiap bulan antara investor dengan pemerintah pusat lewat direktorat Jenderal Perkebunan dan juga badan pertanahan Nasional, serta Pemerintah provinsi dan kabupaten Konsel, guna mengawal tujuan pembangunan pabrik gula tersebut dan juga menjadi salah satu hal yang disepakati.

Selain, Dirjen perkebunan, Bupati-Wakil Bupati Konsel, perwakilan perusahaan, rapat itu juga dihadiri Ketua DPRD Konawe Selatan, Irham Kalenggo, Sekda Konawe Selatan, Ir Drs H Sjarif Sajang., M.Si, Kepala BPN Konsel, Simon dan sejumlah kepala SKPD teknis terkait. (k5/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top