HUKUM KRIMINAL

Pengeroyokan Maut: Pembunuhan Berencana?

Tersangka pengeroyokan maut saat melakoni rekonstruksi. (Foto: JawaPos.com)

KOLAKAPOS, Nganduwih–Rekonstruksi kasus pengeroyokan yang menewaskan Khoirul Mahuda, 30, asal Desa Tales, Ngadiluwih kemarin (28/7) digelar di lokasi kejadian di Desa Seketi, Ngadiluwih. Total 21 adegan yang disiapkan petugas akhirnya bertambah menjadi 36 adegan.

Kepada Jawa Pos Radar Kediri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Ichwan Kabalmay mengatakan adegan rekontruksi sudah tidak sesuai sejak urutan ke tujuh. Tepatnya, saat sembilan terdakwa tiba di lokasi kejadian. Yaitu, di halaman depan rumah Lutfi, 18, warga Desa Seketi, Ngadiluwih. “Memang tidak sesuai dengan urutan kejadian yang disiapkan pihak polsek,” ujar Ichwan. Ternyata sebagian perbuatan yang dilakukan kesembilan pelaku Iwan anggap tidak tercover dalam urutan rekontruksi yang disiapkan pihak Polsek Ngadiluwih.

Karena itu, Iwan pun memutuskan menulis ulang urutan rekontruksi. “Ternyata urutan kejadian bertambah hingga 36 adegan,” ujar Ichwan. Rentang kejadian tersebut bermula saat sembilan pelaku pesta miras, hingga tewasnya Huda di depan kediaman Kepala Desa Seketi.

Dalam proses rekonstruksi tersebut, emosi Iwan sempat meningkat. “Ya saya harus bersikap tegas. Toh mereka tadi sempat berbelit-belit saat memberi keterangan,” ujar jaksa kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dari hasil rekonstruksi tersebut, dipastikan tidak ada unsur yang mengarah ke pembunuhan. Menurutnya, sembilan pelaku langsung gelap mata dan merasa tertantang saat Huda meninggikan nada bicara di depan salah seorang pelaku. “Apalagi mereka juga terpengaruh minuman keras,” ujar Iwan.

Karena bertambahnya jumlah adegan dalam rekontruksi pengeroyokan tersebut, Ichwan meminta pihak penyidik Polsek Ngadiluwih untuk merevisi susunan adegan yang dibuat sebelumnya. “Ini kan untuk mengetahui peran masing-masing tersangka. Jadi urutannya harus jelas,” tegasnya.

Sementara itu Kasihumas Polsek Ngadiluwih Aiptu Anwar Sanusi mengaku jika pihaknya akan segera mengubah susunan adegan sesuai dengan hasil rekontruksi kemarin. Sementara itu seorang pelaku lain berinisial B hingga kemarin masih dalam proses pengejaran. “Soalnya kami baru dapat informasi soal adanya pelaku lain tiga hari usai kejadian,” ujar Anwar.

Untuk diketahui rekontruksi kemarin adalah mengulang peristiwa pengeroyokan maut yang terjadi pada 25 Juli lalu. Sembilan pelaku didatangkan ke lokasi kejadian untuk memerankan perbuatan mereka terhadap Huda. Mereka adalah Rohman Asrowi, 26, warga Desa Banjaranyar, Kras. Sedangkan delapan orang lainnya adalah warga Desa Seketi, Ngadiluwih. Mereka adalah Ari Ardianto, 25, Bayu Handoko, 25, Ahmad Fauzi, 25, Okvea Rendy, 25, Syahrul Ibrahim, 20, Mohammad Asrofi, 27, Andri, 30, dan Sukamdi, 35.

Rekontruksi yang digelar antara pukul 12.30-14.30 tersebut tentu saja mengundang perhatian warga. Ratusan orang yang penasaran terlihat memenuhi jalanan menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) hanya untuk melihat jalannya proses reka ulang kasus pengeroyokan maut tersebut. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top