EKOBIS

Tiga Perusahaan Singapura Tertarik Kembangkan Bandara Hang Nadim

KOLAKAPOS, Batam–Empat investor asal Singapura berkunjung ke Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat potensi kerjasama dalam pengembangan infrastruktur Batam, khususnya bandara Hang Nadim.

“Kunjungan ini sebagai tindak lanjut pertemuan BP Batam dengan Singapore Business Federation (SBF) bulan lalu,” ungkap Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono.

Tiga perusahaan yang hadir tersebut antara lain Meinhardt Group, lalu Ash Tree International Pte, Ltd, kemudian Greenwell Energy Pte, Ltd dan PRC Global Pte,Ltd. Ketiga investor merupakan pemain besar dalam bidang pengembangan infrastruktur bandara.

“Di antara mereka merupakan pakar desain perencanaan dan konstruksi bagi master keamanan bandara Hang Nadim,” ujar Andi.

Senada dengan Andi, Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto yang menyambut kedatangan investor Singapura ini mengatakan keempat investor tersebut mendengar proyek-proyek yang dilaksanakan BP Batam di bandara dan pelabuhan Batuampar.”Jika mereka tertarik ya silahkan ikut tender,” imbuhnya.

Eko kemudian mengungkapkan keempat investor ini lebih tertarik menginvestasikan uangnya untuk mengelola suatu bidang pekerjaan setelah renovasi bandara selesai dilakukan.

“Mereka mau bikin konsorsium. Satu perusahaan pernah bangun airport, satu lagi berpengalaman di bidang konstruksi dan satu lagi di manajemen fasilitas. Mereka investor yang punya uang tapi belum tahu mau dikemanakan uangnya. Makanya saya bilang kalau mau pekerjaan, nanti minta ke pemenang tender,” jelasnya lagi.

Bandara Hang Nadim akan memasuki tahapan pelelangan tender pada akhir tahun nanti. Sekarang kan lelang menggunakan skema Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Request proposal akan dikeluarkan untuk mencari investor potensial. Setelah itu kita promosikan pasarnya, lalu jumpai beberapa investor. Untuk menanyakan minat mereka yang mana dianggap menarik,” terangnya.

Setelah mendapatkan pemenangnya, BP Batam akan memberikan konsesi pengelolaan secara penuh.”Tinggal menentukan berapa yang diambil dari pendapatan mereka tiap tahun,” ujarnya.(jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top