METRO KOLAKA

Satu Rumah Tidak Layak Huni Dibedah Atas Bantuan Antam dan Pokmas

Penyerahan kunci rumah baru Supartini. FOTO:Mirwanto/Kolaka Pos
KOLAKAPOS, Kolaka–Rumah milik warga tidak mampu yang tidak layak huni mendapat kembali mendapat bantuan untuk di bedah dan telah rampung pada pada Jummat (28/07). Rumah milik Supartini yang berada di Kelurahan Dawi-Dawi itu yang sebelum kondisinya sangat memprihatinkan kini sudah layak huni setelah mendapat bantuan CSR PT, Antam dan pembangunanannya secara gotong royong oleh kelompok masyarakat (POKMAS) atas gagasan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Kab. Kolaka.
“Saya sangat berterima kasih kepada PT. Antam , Pokmas dan juga Dinas PKP, saya sudah dibantu dibuatkan ruamh bagus,” papar Supartini dalam acara peresmian rumah barunya yang sudah dibedah tersebut.
Bantuan bedah rumah tersebut merupakan Program dari Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), H. Abbas dalam program yang digagasnya berbasis Aplikasi bernama SIMPERA (Sistem Informasi Managemen Perumahan Rakyat Mandiri). Kata Abbas Program tersebut merupakan salah satu cara untuk mewujudkan warga memiliki rumah layak huni.
“Di Kolaka itu ada dua masalah besar perumahan yaitu Baglock atau Ketersediaan hunian dimana lebih banyak jumlah Kepala Keluarga daripada Jumlah Rumah, kedua yaitu mayarakat sudah punya rumah tapi tidak layak huni, nah inilah kita coba selesaikan permsalahan ini dengan sistem SIMPERA ini dengan membentuk kelompok masyarakat pemerhati rumah mandiri atau Pokmas Harum Mandiri ditiap kelurahan,” papar Abbas.
Dengan adanya Kelompok Masyarakat itu, lanjut Abbas maka masyarakat terlibat langsung menyelsaikan permasalahan perumahan tersebut.
Sementara itu, Nur Hakim Mampa, GM CSR Pt. Antam Tbk. UBPN Sultra mengatakan program tersebut meruopakan program yang bisa menyelesaikan masalah perumahan di  Kolaka. “Progam ini bisa menyelsaikan permasalahan perumahan di Kolaka dan sangat membantu masyarakat yang tidak mampu, tentunya ini juga sejalan dengan komitmen program CSR dalam perusahaan kami, program ini juga sangat baik Karena melibatkan tiga unsur yaitu Masyarakat, pemerintah,  dan badan usaha sendiri,” jelas Nur Kakim Mampa. (cr4)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top