METRO KOLAKA

Germas Hidup Sehat Kolaka dipusatkan di Popalia

Pemukulan gong oleh Asisten III Setda Propinsi Sultra, Ketut Adnyana merupakan salah satu tanda dimulainya Gernas Hidup Sehat.FOTO:Dadang/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Asisten III Setda Propinsi Sultra, Ketut Adnyana telah melakukan pencanangan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang ditandai dengan Pemukulan Gong dengan artian bahwa Germas Hidup sehat di Kolaka telah dimualai.

Bupati Kolaka H.Ahmad safei yang diwakili oleh asisten pemerintahan dan Kesra Setda Kolaka Muh. Bakri mengatakan kegiatan gerakan masyarakat (Germas) hidup sehat itu ada tiga kegiatan utama yaitu kegiatan berolahraga secara rutin, mengajak masyarakat untuk menkonsumsi sayur dan buah, serta pemerikasaan kesehatan secara berkala.

“Masyarakat Kolaka harus selalu menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur. Kesehatan itu sangat penting, saya berharap masyarakat Kolaka bisa menerapkan Germas hidup sehat secara terus menerus,” katanya

Lanjut ia mengatakan Indonesia telah menghadapi transisi epidemologi penyakit menular ke penyakit tidak menular, kondisi ini dibuktikan dengan terjadinya perubahan pola penyakit di Indonesia yang kian meningkat.

“Penyakit tersebut antara lain penyakit, hipertensi dan diabetes melitus pada tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan dengan demikian kemungkinan akan lebih meningkat seiring dengan perubahan perilaku dalam aktifitas dan pola makan masyarakat. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mengkampanyekan dan melaksanakan Gerakan masyarakat hidup sehat,” tambahnya

Gerakan hidup sehat sudah sejalan dengan program prioritas kedua dari sembilan program prioritas utama pembangunan pemerintah kabupaten Kolaka yaitu pemenuhan pelayanan kesehatan yang berkualitas, peningkatan akses pelayanan kesehatan dengan perbaikan infrastruktur, peningkatan sumber daya tenaga kesehatan sampai ke tingkat desa.

“Kami sangat mendukung kegiatan Germas hidup sehat. Semoga kolaka bisa menekan angka penyakit tidak menular setiap tahunya,” kata Bakri

 

Sementaa itu Asisten III Setda Propinsi mengatakan pergeseran pola penyakit dalam 30 tahun terakhir ini pada era tahun 1990-an penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti infeksi saluran pernapasan atau ISPA tuberkolosis dan diare namun sejak 2010 pergeseran pola Penyakit ke penyakit tidak menular mengakibatkan beban pada pembiayaan dibidang kesehatan.

“Germas adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup pelaksanaan germas harus dimulai dari keluarga. Sebab keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian mulai dari proses pembelajaran hingga menuju kemandirian dalam rangka mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat, untuk meningkatkan produksi penduduk dan menurunkan beban Pembiayaan Kesehatan,” katanya (hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top