HUKUM KRIMINAL

Dijambret, Endang Suryani Sudah Empat Hari Tak Sadarkan Diri

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Pekanbaru–Korban penjambretan di Pekanbaru, Endang Suryani, sudah empat hari terbaring tanpa sadarkan diri.
Dia kini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aripin Achmad.
Berbagai alat medis masih melekat dibadan perempuan berusia 30 tahun itu.
Warga Jalan Tengku Kasim itu menjadi korban keganasan jambret yang semakin marak terjadi, bahkan pelaku tak segan-segan menganiaya korban demi mendapatkan barang incaran mereka.
Aksi penjambretan yang dialami Endang Suryani terjadi di Jalan Sri Palas tepatnya depan Pukesmesmas Kelurahan Rumbai Bukit, Kamis (27/7) lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban tengah dalam perjalanan pulang dari kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN).
Namun tiba-tiba datang dari arah belakang, dua laki-laki yang tak dikenal menggunakan sepeda motor metik warna biru langsung merampas tas Endang.
Endang yang tak ingin barang berharga berpindah tangan berusaha mempertanyankannya, sehingga aksi tarik menarik antara korban dan pelaku tak terhelakan.
Paman korban, Syahrudin mengatakan, keponakannya sudah tak sadarkan diri sejak empat hari yang lalu. Ditambahkannya, kini Endang masih dirawat secara intensif di RSUD Aripin Achmad. “Belum sadarkan diri sejak Kamis lalu,” ungkapnya kepada Riau Pos (Jawa Pos Group), Minggu (30/7) lalu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis ?disebutkan pria berusia 54 tahun, Endang mengalami pendarahan pada otak. Hal ini yang menyebabkan korban masih koma tak sadarkan diri. Selain itu bahu korban patah akibat terjatuh dari sepeda motor.
“Sempat terjadi tarik menarik, Endang sempat mengejar pelaku hingga jarak sekitar satu kilometer. Lalu dia jatuh, tumbang tak sadarkan diri di tanah,” paparnya
Kemudian disampaikan dia, korban langsung dibantu warga untuk mendapatkan pertolongan medis. Pertama kali dijelaskan Syahrudin, Endang dibawa ke Puskesmas. Namun lantaran kondisi tak memungkinkan sehingga dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina.
“Dibantu warga dibawa ke Puskemas, karena kondisinya parah sehingga dibawa ke RS Ibnu Sina, selang satu hari kemudian dipindahkan ke RSUD,” papar Syahrudin
Lanjut Syahrudin, pada kejadian itu ada salah seorang warga yang bernama Dani yang melihat kejadian tersebut mengejar pelaku hingga ke Jalan Puncak Sari.? Disana pelaku sempat terjatuh, akan tetapi pelaku malah berteriak maling kepada Dani.
“Pelaku yang dikejar, akhirnya terjatuh di Jalan Puncak Sari. Tapi dia malah meneriaki maling kepada Dani. Lantaran sendiri takut dikeroyok massa dia merasa ketakutan, sehingga pelaku berhasil kabur,” sebutnya
Namun barang berharga milik ponakannya gagal dibawa kabur pelaku, tas itu kata dia, berisikan laptop, dompet dan surat-surat berharga lainnya. Lalu selang dua hari, Syahrudin melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Rumbai.
“Sabtu kemarin baru kita laporkan kejadian ini ke Polsek Rumbai, dengan harapan pelaku dapat ditangkap,” imbuhnya.
Waka Polresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK membenarkan ada kejadian tersebut. Dia mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. “Laporan sudah kita terima, pelaku masih lidik. Kini kasus itu tengah ditangani unit Reskrim Polsek Rumbai,” ujarnya
Ditambahkan Edy, pihaknya menghimbau kepada pengendara sepeda motor agar meningkatkan kewaspadaannya guna mengantisipasi terjadi tindakan kriminalitas.”Kita minta masyarakat meningkatakn selalu meningkatkan kewaspadaannya, agar terhindar dari kriminalitas,” tutup mantan Kapolres Kampar.(jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top