MUNA

Ruas Jalan Dalam Kota Raha Mulai Diperlebar

Ruas jalur jalan provinsi dalam kota Raha diperlebar dari delapan meter menjadi 17 meter.FOTO:Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha–Ruas jalan provinsi di Kabupaten Muna tepatnya yang berada dalam Kota Raha kini mulai diperlebar. Buktinyq, sejumlah alat berat berupa Excavator, Stoom dan Dump truck diterjunkan dilokasi proyek jalan yang bertempat dijalan Gatot Subroto itu.

Bupati Muna LM Rusman Emba mengatakan, kabupaten Muna sebagai salah satu daerah penyangga provinsi Sultra tentu ibu kotanya harus mempunyai jalan standar nasional. “Di dalam Kota Raha, tadinya jalan hanya delapan meter kita perlebar menjadi 14 hingga 17 meter,” ucap 01 bumi Sowite ini pada awak media saat dijumpai diruang kerjanya Senin siang (31/7)

Menurut Rusman, ruas jalur jalan provinsi yang bakal diperlebar itu, total panjangnya mencapai 15 kilometer dengan menggunakan anggaran APBD Muna 2017. “Insya Allah, kita akan maksimalkan walaupun itu jalan nasional, namun itu bisa di inisiasi dalam rangka pelebaran mulai dari jalur Motewe hingga Watuputi itu sekitar 10 kilometer. Kemudian, jalan Sultan Syahrir depan Palangkuta hingga ke Duruka kecamatan Konsume itu sekitar 5 kilometer,” ungakpnya

Rusman menargetkan, penyelesaian proyek tersebut bakal rampung dikerja akhir 2017.” Ini sifatnya masih venetrasi sambil kita berharap bantuan dana dari pusat. Mudah-mudahan tahun ini semua berjalan efektif tidak ada kendala, supaya ada perubahan sedikit dalam kota Raha ini,” katanya.

 

Hal senada diucapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umun (Kadis PU) Muna Laode Bou. Menurutnya, dalam pengerjaan pelebaran ruas jalan dalam kota Raha, bahwasanya ada halaman dan sejumlah bangunan kios warga, yang bangunannya melewati patok Ruang Milik Jalan (RMJ) yang dipasang dinas provinsi Sultra. Maka untuk menghindari perselisihan pada saat pengerjaan pelebaran, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan menjalin komunikasi dengan para warga yang lokasinya bakal tergusur. “Kalau ada IMBnya lantas terkena perluasan jalan, seperti pagar, itu ada ganti rugi. Kalau tidak ada IMB, kami tetap komunikasikan, supaya proyek pemerintah ini berjalan baik dan lancar tanpa ada yang saling dirugikan,” katanya

Laode Bou juga menghimbau pada masyarakat Muna khususnya warga kota Raha agar terus mendukung kebijakan dan program pembangunan pemerintah daerah, supaya kabupaten Muna khususnya dalam Kota Raha pembangunannya dapat maju dan berkembang layaknya kabupaten/kota lainnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top