HUKUM KRIMINAL

Janda Melawan Sekuat Tenaga saat Diperkosa

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Ciamis–Yeyen, janda asal Cijeungjing Kabupaten Ciamis, Jabar, menjadi korban pembacokan dan penusukan seorang pria Senin dini hari (31/7). Lelaki itu marah, setelah gagal memerkosa korban.
Seminggu sebelumnya, Rini Sugiartini (35), juga janda, menjadi korban penyerangan dua orang ke rumahnya, Padawaras, Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasik.
Dia mengalamai luka sayatan di leher. Sampai saat ini dua kasus tersebut ditangani polisi.
Kini, Yeyen (50) menjalani masa perawatan di RSUD Ciamis. Dia mengalami luka bacok di kepala dan luka tusuk di pinggang.
Kemarin, anggota Polsek Ciamis bersama Anggota Inafis Polres Ciamis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di seberang SMPN 1 Cijeungjing atau berdekatan dengan bekas pabrik penggergajian kayu.
Di TKP, polisi menyita satu bilah pisau, celana dalam perempuan dan laki-laki, gelang korban dan sandal diduga milik pelaku.
Di lokasi kejadian pun, petugas menemukan darah korban berceran di antara rumput hingga pinggir bekas pabrik kayu.
Kepada Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group), Yeyen menceritakan peristiwa yang menimpanya, usai menjalani pengobatan dari tim medis RSUD Ciamis.
Senin (31/7) pukul 03.00, Yeyen pulang menuju rumahnya dari Alun-Alun Ciamis. Dia berjalan kaki karena tidak ada kendaraan.
Saat di Jalan Pamalayan, Ciamis, dia dihampiri laki-laki. Pria itu menggunakan sepeda motor bebek. Dia datang dari arah Tasikmalaya. Pria itu menggunakan helem.
Lantas menawari Yeyen naik motor. Karena ingin buru-buru tiba di rumahnya, Yeyen pun menyanggupinya. ”Di pikiran saya lelaki itu menolong saja mengantar pulang,” paparnya.
Namun, saat sampai di depan SMPN 1 Cijeungjing, tepatnya di bekas pabrik pemotongan kayu di Dusun Desa, Desa/Kecamatan Cijeungjing Kecamatan Cijeungjing, pria itu menghentikan motornya.
Lelaki itu turun. Lantas mengajak Yeyen ke bekas pabrik pemotongan kayu itu. Yeyen menolak. Namun, pria itu memaksanya. Malah menarik tangannya. Yeyen mengaku berontak.
Namun, pria itu menggerayanginya. Di tengah pemberontakan Yeyen, pria itu bisa melucuti pakaian dalam korban. Sekuat tenaga saat itu Yeyen melawan.
Di tengah perlawanan Yeyen, pria itu membacokkan senjata tajam ke kepala korban. Tiga kali. Yeyen lalu berusaha lari. Namun, pinggangnya terkena tusukan senjata pelaku. Tetapi dia berhasil kabur.
“Saya langsung lari ke rumah yang kebetulan jaraknya dekat hingga saya lolos dan masuk rumah,” terangnya.
Yeyen tiba di rumahnya pukul 04.00. Dia langsung membangunkan anaknya, Aas (20). Kemudian korban dibawa ke RSUD Ciamis.
Yeyen tidak menduga pria yang tadinya dianggap menolongnya, malah akan memperkosanya. Bahkan menganiayanya.
Karena panik, Yeyen mengaku tidak begitu tahu persis wajah pelaku. Pakiannya juga. “Yang jelas saya tidak mengenali lelaki itu,“ kisahnya.
Didin (40) warga setempat menjelaskan bahwa tidak ada yang mengetahui peristiwa yang menimpa Yeyen.
Dia baru mengetahui informasi bahwa Yeyen menjadi korban penganiayaan dan upaya pemerkosaan pada Senin pagi.
Memang, kata dia, di bekas pabrik pemotonga kayu saat malam hari sangat gelap. Jarang orang lewat atau jalan ke sana.
“Saat kejadian semua warga juga tidak ada yang mengetahuinya, ramainya pagi-pagi saja warga banyak yang tahu,” ucapnya.
Kanit Reskrim Polsek Cijeungjing Aiptu Radius Windu mengatakan pencobaan pemerkosaan dan penganiayaan Yeyen terjadi di wilayah hukumnya.
Korban, kata dia, belum bisa secara detil menjelaskan kasus tersebut. Karena, yang bersangkutan masih menjalani perawatan di RSUD Ciamis.
“Jadi kita saat ini masih fokus mengumpulkan barang bukti yang ditemukan, baik pisau yang digunakan pelaku dan sebagainya. Kita masih melakukan lidik (penyelidikan, Red) mengenai pelaku ini,” ujarnya. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top