MUNA

Kontraktor di Muna Mulai Diperiksa Jaksa, Satu Mangkir

KOLAKAPOS, Raha — Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kontraktor di Muna yang mengerjakan proyek menggunakan anggaran DAK 2015 menyebrang tahun senilai Rp200miliar. Pasalnya, dari tiga kontraktor yang mendapatkan jadwal pemeriksaan pada Senin pagi (7/8), hanya dua kontraktor yang memenuhi panggilan penyidik yakni pimpinan CV Palatindo dan CV Randy Perkasa. Sedangkan pimpinan CV Lalomandeno mangkir. (Nama pimpinan perusahan tersebut tidak disebut Jaksa.Red)

Kajari Muna Badrut Tamam mengatakan, pemeriksaan terhadap 22 kontraktor di Muna itu akan dilakukan bertahap setiap harinya. “Kita akan periksa setiap hari secara bergilir sebanyak 22 orang,” katanya

Lanjut Badrut Tamam mengungkapkan, untuk pemeriksaan Selasa pagi, (8/8) (hari ini.Red) pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang pimpinan Bank di Muna terkait dugaan korupsi uang doposito DAK 2015 yakni Pimpinan Bank BRI, BNI dan Bank Sultra. “Besok (hari ini.Red) ada tiga bank yang akan kami periksa terkait kasus deposito, termasuk sejumlah kontraktor lainnya,” ucapnya

Badrut Tamam menargetkan awal September hasil penyidikan perkara dugaan korupsi DAK ini, tersangkanya sudah dapat ditetapkan. “Saya targetkan sebulan penyidikan kasus ini rampung,” tandasnya.

Sememtara itu salah seorang calon terperiksa yang mendapat jadwal pemeriksaan Rabu (9/8), yakni Salenk kontraktor dari CV Ilham Daya Tama mengakui jika dirinya pada 2015 tidak pernah kerja proyek. Namun, ditahun tersebut Salenk mengakui perusahaan miliknya itu dipinjam orang lain untuk mengerjakan proyek pengaspalan jalan desa Waara-Mabodo.” Saya tidak kerja proyek, tidak ada uang. Tapi CV saya memang dipinjam orang untuk mengerjakan proyek pengaspalan jalan di Waara – Mabodo senilai Rp 2 M tahun 2015,” ungkapnya saat berdiskusi ringan dengan Kajari Muna Badrut Tamam di ruang tunggu Kajari Muna

Menurutnya, lelang paket proyek pada 2015, sangat sulit Ia tembus. Sebab saat itu, lelang paket proyek dikerahkan satu pintu. “Dulu mau dapat proyek kita bisa ikut lelang. Tapi sekarang susah, kebijakannya satu pintu , ada yang atur semua,” ungkap Salenk sembari menyebut dua nama instansi dilingkup Pemda Muna yang mengatur semua paket-paket proyek. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top