BERITA UTAMA

Sukiyati Rekayasa Perampokan, Seluruh Sahabat Kaget

KOLAKA POS, Raha — Seluruh sahabat Sukiyati Suharta (37) yang bekerja di Puskesmas Katobu Kota Raha, menyayangkan aksi nekat sahabatnya itu dengan merekayasa perampokan atas dirinya sendiri hanya karena telilit hutang. Sebab, dalam kesehariannya di Puskesmas Katobu, wanita berhijab berparas cantik tersebut sangat riang dan terbuka. ” Dia (Sukiyati Suharta. Red) ribut, suka cerita dan sangat akrab dengan kami,” ujar Hj Sartia pada Kolaka Pos Senin, (7/8) saat di jumpai di ruang Poli Anak tempat Sukiyati Suharta berdinas.

Kendati demikian, Sartia medoakan agar aksi nekat sahabatnya itu, Sukiyati Suharta banyak mendapatkan pelajaran hidup. “Sapatau dia khilaf juga. Mudah-mudahan dengan kejadian itu, dia bisa berubah dan menjadikan pelajaran,”katanya

Sartia juga mengungkapkan, kendati Sukiyati Suharta tipe orang yang suka ngobrol terbuka, namun Sukiyati tidak pernah menceritkan ke mereka terkait permasalahan hutang piutang yang dihadapinya. “Kalau cerita, yang dibahas itu hanya masalah-masalah umum. Tapi untuk huntang piutang atau masalah pribadinya tidak pernah,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan staf petugas administrasi Puskesmas Katobu. Wanita berhijab yang enggan dikorankan namanya itu mengatakan saat mendengar kabar Sukiyati menjadi korban perampokan pada Rabu siang (2/8) dipertigaan jalan MH Thamrin kota Raha. Seluruh petugas Puskesmas Katobu kaget dan sangat perihatin terhadapnya. Begitupun saat mereka mengetahui jika perkara perampokan itu hanyalah fiktif belaka yang sengaja dibuat oleh Sukiyat . “Kita kaget lagi. Tapi, kita belum tahu permasalahannya seperti apa, jadi kita biasa-biasa saja,” katanya.

Kendati demikian kata staf administrasi ini, pasca peristiwa perampokan fiktif itu terjadi hingga saat ini Senin, (7/8) Sukiyati belum menginjakan kaki di puskesmas Katobu. “Dia menangani Poli Anak, sejak kejadian, dia belum masuk tanpa alasan jelas,” tandasnya.

Untuk diketahui, drama perampokan siang bolong di Kota Raha yang dialami oleh Sukiyati Suharta dinyatakan sebuah rekayasa semata yang dilakukan oleh korban sendiri. Hal tersebut dikemukakan Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga akhir pekan lalu. Namun, Kapolres Muna ini belum dapat menetapkan apakah Sukiyati dapat dikanakan sanksi hukuman atas perbuatannya yang telah membuat resah masyarakat lantaran isu perampokan tersebut. Alasan perwira polri berpangkat dua bunga melati dipundak ini, Sukiyati (pelaku penyebar perampokan palsu.Red) itu masih dalam keadaan shook berat. Akibatnya, pihaknya kesulitan untuk menggali informasi lebih mendalam terkait motivasi pelaku sampai nekat mendesain perampokan atas dirinya sendiri. “”Nanti kita lihat, kita dalami lagi. Kerena sampai sekarang dia, kalau ditanya masih shook gitu. Nanti kita coba, kita akan dalami lagi. Kalau dia sudah bisa dimintai keterangannya,” ungkap Ramos. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top