POLITIK

Empat Nama Posisi Teratas Hasil Survei Pilwakot Padang

KOLAKAPOS, Padang–Survei yang dilakukan Spektrum Politica menunjukkan ada empat kandidat balon wali kota Padang, Sumbar, yang punya elektabilitas tinggi di mata masyarakat.
”Hasil survei kami ada empat tokoh yang punya elektabilitas tinggi, mereka itu Mahyeldi yang untuk saat ini posisinya masih unggul, kemudian Emzalmi, Desri Ayunda, dan Andre Rosiade,” ungkap Direktur Spektrum Politaca, Andri Rusta, seperti diberitakan Padang Ekspres (Jawa Pos Group).
Kendati empat nama tokoh itu yang mencuat, namun Andri tidak menampik elektabilitas para tokoh tadi bisa berubah posisi. Terlebih munculnya beberapa nama-nama baru yang bakal maju pada Pilkada nanti.
Pendatang baru yang disebut-sebut akan ikut Pilkada Padang, seperti Adib Alfikri, Alkudri, Andre Alagamar dan Hendri Septa, Yuliandre Darwis, Marzul Veri dan Nofi Candra.
Meski begitu, kata Andri, nama-nama pendatang baru elektabilitasnya masih di bawah nama empat tokoh yang disebutkan lebih unggul.
”Peta yang menarik sekarang adalah siapa yang akan menjadi wakil atau pendamping Mahyeldi. Apakah Andre Rosiade atau Adib Alfikri. Pasalnya beredar rumor kedua orang ini mulai ramai diperbincangkan di tengah masyarakat,” kata Andri lagi.
Menurut dia, di antara nama calon itu, ada yang mengklaim dirinya sudah dapat restu dari partainya untuk maju Pilkada.
Bahkan ada yang mengklaim sudah membuat komitmen berpasangan. Andri mengatakan itu hak mereka.
”Untuk Emzalmi-Desri, memang saya dengar mereka akan berpasangan dalam Pilkada, dan mereka paslon pertama yang bersosialisasi secara berpasangan,” lanjutnya.
Kemudian ada Andre Rosiade yang mengklaim sudah dapat restu DPP Gerindra untuk berpasangan dengan Mahyeldi.
”Tapi klaim itu baru lisan saja, bahkan Ketua DPD Gerindra Sumbar, Nasrul Abit bilang belum ada usulan dari DPD maupun DPP Gerindra siapa yang ditunjuk untuk maju Pilkada,” katanya.
Menurutnya, walau Andre Rosiade mengklaim Gerindra mendukungnya untuk berpasangan dengan Mahyeldi, namun ia yakin Adib Alfikri yang akan menjadi wakil Mahyeldi nantinya.
“Karena Adib juga sudah mendaftar di PPP Kota Padang. Dan secara hitungan politis jangka panjang, PKS tidak mungkin menyerahkan begitu saja posisi wakil wali kota ke Andre Rosiade, kalau tahun 2020 nanti Mahyeldi maju jadi gubernur,” asumsi Andri.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kota Padang, Afrizal mengaku mendengar kabar Andre Rosiade mengklaim sudah dapat perintah atau restu dari DPP Gerindra untuk maju di Pilkada Padang. “Namun DPP belum mengeluarkan nama yang akan diusung,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Ketua DPW Gerindra Sumbar, Nasrul Abit.
”DPP Gerindra sampai saat ini belum memutuskan siapa kandidat yang diusung untuk ikut calon wako/wawako Padang,” tukas Nasrul Abit.
Ketua DPD PKS Kota Padang, Ghufron mengatakan, PKS Kota Padang masih melihat perkembangan politik yang terjadi.
”Belum ada yang pasti. Karena keputusan siapa yang akan dicalonkan dari DPP PKS belum keluar. Kami di DPD PKS Padang hanya menampung semua yang masuk, lalu kami serahkan ke DPW dan DPP,” kata Ghufron.
Menurutnya, klaim berbagai pihak sah-sah-saja, tapi sampai sekarang belum ada keputusan partai terkait siapa calon yang akan berpasangan dengan calon PKS. “PKS punya mekanisme dalam penentuan calon,” tegasnya.
Sebelumnya, DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Padang, siap memberikan dukungannya pada Emzalmi-Desri Ayunda sebagai paslon untuk Pilkada Padang 2018. Meski begitu, DPC PDIP masih menunggu hasil survei partai di tingkat grassroot.
”Untuk diketahui, penilaian yang akan ditetapkan DPC PDIP Kota Padang kan tidak melihat konstelasi politik hari ini. Kami tentunya juga melihat yang terjadi, soalnya yang namanya politik di Kota Padang situasinya cair,” kata Ketua DPC PDIP Kota Padang, Albert Lukman.
DPC PDIP Kota Padang tentunya ingin kombinasi-kombinasi baru yang disesuaikan basis massa PDIP di Kota Padang.
”Salah satu kombinasi baru itu yakni menjadikan Desri Ayunda berpasangan dengan Emzalmi. Mengingat yang kami dukung itu Desri Ayunda, sejalan dengan itu, antara Desri dengan Emzalmi sudah komit berpasangan maju di Pilkada,” jelas anggota DPRD Sumbar tersebut.
Lain lagi kondisi di DPC PPP Padang, meski Emzalmi-Desri, Adib Alfikri maupun Alkudri sudah mendaftar di partai itu, namun tim desk PPP mengaku mendapat kenyataan mengejutkan.
”Hasil survei tim ini di tiga kecamatan yakni Kecamatan Kototangah, Pauh dan Kuranji, nyatanya dari nama bakal calon yang sudah mendaftar ke partai, masyarakat justru menginginkan Emzalmi berpasangan dengan Maidestal Hari Mahesa untuk maju pada Pilkada nanti,” kata Ketua tim desk Pilkada PPP Padang, Afrizal Ayat.
Hasil survei lapangan yang didapatnya juga disampaikan kepada bakal calon yang sudah mendaftar ke PPP.
”Gunanya agar para bakal calon bisa mengetahui di mana titik lemah mereka berdasarkan pandangan masyarakat. Sekaligus kami minta para bakal calon untuk bisa menaikkan elektabilitas mereka karena dalam Pilkada nanti PPP ingin jadi pemenang,” tukas Afrizal. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top