METRO KOLAKA

Asuransi Pertanian Kurang Diminati Petani Kolaka

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kolaka La Ramuli.FOTO:Dadang/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Asuransi Pertanian kurang diminati petani di Kabupaten Kolaka. Dari 12.000 hektar lahan milik petani yang ada di Kabupaten Kolaka hanya 198,82 hektar lahan yang sudah diasuransikan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kolaka La Ramuli mengaku asuransi pertanian kurang diminati karena kurangnya sosialisasi.

“Asuransi ini kami akui lemah, petani yang mendaftarkan lahannya kurang. Perlu sosialisasi agar petani lebih memahami sehingga mereka mau mengasuransikan lahan pertaniannya. Karena program ini bagus, jika nanti terjadi fuso, bisa ganti rugi,” katanya

Dijelaskan olehnya, 198,82 hektar lahan yang sudah terdaftar dalam asuransi pertanian sawah berasal dari tiga kecamatan dari total 12 kecamatan yang ada di Kolaka.

Menurut La Ramuli , sebenarnya program asuransi ini dapat membantu proses produksi pertanian serta menghapus kekhawatiran petani akan terjadinya fuso. Asuransi yang diprogramkan Kementerian Pertanian ini memiliki iuran yang terbilang rendah. Petani hanya wajib membayar premi Rp 35.000 per tahun, karena sisanya dibayar melalui subsidi Pemerintah Pusat.

“Jadi petani hanya membayar Rp 35.000 per hektar. Itu per tahun, dua kali musim, jadi murah. Pengelolanya dari Jasindo yang dibawah kendali Kementerian Pertanian. Pendaftarannya bisa melalui Dinas Pertanian,” katanya.

Kurangnya sosialisasi, lanjut La Ramuli , adalah salah satu penyebab para petani enggan mendaftarkan diri dalam asuransi. Petani kurang memahami mekanisme asuransi serta khawatir jika terjadi fuso, ganti rugi yang dijanjikan sulit didapat. Akibatnya, petani kembali memercayakan persoalan pertaniannya pada tengkulak.

“Ini memang yang jadi kelemahan, kurang sosialisasi. Padahal daftar atau nanti jika terjadi gagal panen itu tidak sulit mengurusnya. Tahun lalu terjadi puting beliung di Pebayuran, sehingga rusak itu pertanian. Para petani lapor, kemudian kami cek lalu panggil dari jasindo, ganti ruginya langsung dibayarkan. Sesuai ketentuan, ganti ruginya Rp 7 juta per hektar. Kami juga selain mendorong asuransi, juga memantau asuransi itu sendiri. Khawatirnya ada keluhan,” kata dia.(hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top