METRO KOLAKA

Sembelih Sapi Betina Produktif Bisa Dipenjara Selama Tiga Tahun

KOLAKAPOS, Kolaka–Pemerintah terus berupaya menyelamatkan hewan ternak produktif seperti sapi, kerbau. Hal ini dilakukan untuk menjaga jumlah hewan ternak yang masih produktif agar tidak berkurang karena dikonsumsi maupun dipotong.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Muh. Bachrun Hanise melalui Kepala Bidang Peternakan Ansar mengakatan larangan itu sendiri tertuang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014.

“Bukan Kolaka yang melarang namun larangan dilakukan langsung oleh Kementerian Pertanian (Kementan) itu, disebutkan bahwa setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil atau besar betina produktif. Selain itu, dalam undang-undang itu juga tertuang adanya ancaman pidana.

“Setiap orang yang memotong ternak ruminansia besar betina produktif seperti sapi dan kerbau, dikenakan sanksi berupa kurungan penjara paling singkat satu tahun sampai paling lama tiga tahun serta denda minimal Rp 100 juta sampai Rp 300 juta,” kata Ansar

Sapi yang produktif sangat menentukan lingkungan guna pengemban populasi hewan di kolaka. Rasul juga menjelaskan yang dimaksud betina tidak produktif adalah hewan ternak yang pada usia kurang lebih delapan tahun telah melahirkan lima ekor sapi. Ada beberapa hewan produktif bisa di potong, diantaranya mengalami kecacatan karea kecelakaan itu bisa di sembelih.

“Untuk melakukan pemotongan hewan ternak harus mendapatkan surat keterangan status reproduksi dari dokter hewan setempat,” jelas Ansar(hud)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top